KPAI Minta Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan
Bakteri : Bakso salah satu menu dari program MBG yg di konsumsi para korban yang mengakibatkan keracunan-Erick/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Banyaknya pelajar yang menjadi korban keracunan pada program makan bergizi gratis menuai sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan andalan Presiden Prabowo Subianto telah menimbulkan dampak serius bagi ribuan siswa diberbagai wilayah di Indonesia. Makanan yang basi hingga memicu keracunan, hampir terjadi setiap hari di berbagai wilayah.
Oleh karenanya KPAI mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG agar benar-benar tepat sasaran. KPAI juga menekankan perlunya pengawaa berlapis melibatkan anak dan orang tua agar masukan mereka bisa memperbaiki pelaksanaan program.
"Insiden keracunan tak boleh lagi ditolerir, karena menyangkut anak‑anak. Pemerintah perlu evaluasi menyeluruh program MBG" ujar Wakil Ketua KPAI Jasra Putra.
KPAI mengusulkan agar program MBG dihentikan sementara, hingga instrumen panduan dan pengawasan benar‑benar terlaksana dengan baik.
BACA JUGA:TNI AD Tingkatkan Transparansi Rekrutmen, Ini Cara Baru Laporkan Penyimpangan
"Penting pencapaian program MBG ini dihentikan sementara untuk melihat lagi kondisi, antisipasi, pengawasan," bebernya.
Desakan tersebut setelah ebelumnya, CISDI, dan Wahana Visi Indonesia (WVI) melaksanakan Survei Suara Anak untuk Program Makan Bergizi Gratis di 12 provinsi dengan 1.624 responden anak dan anak penyandang disabilitas, antara 14 April hingga 23 Agustus 2025.
Terdapat empat temuan yang muncul di lapangan:
1. Kualitas makanan MBG.
Dari 1.624 responden anak, terdapat 583 anak yang menerima makanan MBG yang sudah rusak, berbau, dan basi. Bahkan 11 responden menyatakan meski sudah rusak, berbau, dan basi, mereka tetap mengonsumsinya karena berbagai alasan.
2.Tempat makan MBG
Responden mencium bau tidak sedap dari area tempat makan MBG.