Harian Bengkulu Ekspress

Dukung Penuh Program Anak Asuh, SMAN 4 BS Jalankan Program Gubernur

Kepala Sekolah SMAN 4 Bengkulu Selatan, Ansridianto MPd-Renald/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Dukungan terhadap Program Gerakan Peduli Yatim (GPY) terus mengalir dari berbagai lembaga di Provinsi Bengkulu.

Terbaru SMAN 4 Bengkulu Selatan (BS), yang berada di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Kedurang, menjadi salah satu institusi yang ikut serta mendukung program orang tua asuh yang digagas Gubernur Helmi Hasan.

Kepala Sekolah SMAN 4, Ansridianto MPd menjelaskan bahwa melalui program ini, sekolah dapat langsung memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim. 

“Program ini sangat mulia dan memberi kesempatan bagi kami untuk menyentuh kehidupan anak-anak yatim secara langsung. SMAN 4 menaungi dua kecamatan, Kedurang dan Kedurang Ilir, sehingga manfaat program ini akan terasa lebih luas,” kata Ansridianto, Minggu 21 September 2025.

BACA JUGA:PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Pino Raya dan SAM Hari Ini, Listrik Padam Pukul 09.00 -15.00 WIB

BACA JUGA:Kodim Segera Dibentuk di Benteng, Pemkab Siapkan Lahan 5 Ha

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar formalitas. Pihak sekolah melakukan pendataan mendetail pada siswa dimulai dari kelas 10 dan berhasil menemukan 10 siswa yang memenuhi kriteria untuk menjadi anak asuh. 

“Kami benar-benar memerhatikan setiap siswa yang berhak mendapatkan perhatian. Ini bukan angka semata, tapi adalah harapan dan masa depan mereka yang ingin kami dukung,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Ansridianto menambahkan, dukungan sekolah terhadap program ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi seluruh civitas akademika. 

“Melalui program ini, guru dan staf sekolah ikut merasakan kepedulian sosial, sekaligus mengajarkan nilai empati kepada siswa. Anak-anak belajar bahwa berbagi dan peduli adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, program ini sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan humanis. 

“Kami ingin semua siswa merasakan perhatian, tidak terkecuali anak-anak yatim. Dengan menjadi anak asuh, mereka tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga perhatian, motivasi, dan dukungan moral yang akan membentuk karakter mereka,” tutur Ansridianto.

Program orang tua asuh yang digagas Gubernur Helmi Hasan ini sejalan dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

BACA JUGA:Seleksi Sekda Provinsi Dimulai, Jadwal dan Persyaratan Segera Diumumkan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan