Harian Bengkulu Ekspress

Distribusi Beras SPHP di Bengkulu Utara Libatkan Ini

Bulog Bengkulu Utara menyatakan penyaluran beras SPHP sudah ada 3 mitra yang dapat menjual kepada masyarakat. - APRIZAL/BE-

Harianbengkuluekspress.id – Perum Bulog Kabupaten Bengkulu Utara (BU) akhirnya mulai melakukan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui mitra. Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat, karena sebelumnya penyaluran beras SPHP masih terbatas dilakukan melalui instansi pemerintah saja, sehingga distribusinya belum menjangkau seluruh lapisan konsumen secara merata.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Gudang Bulog Kabupaten Bengkulu Utara, Vantho Yudistira saat ditemui di Kantor Gudang Bulog Desa Taba Tembilang, Kecamatan Arga Makmur, pada Kamis, 9 Oktober 2025. 

Menurutnya, kini sudah ada tiga mitra resmi Bulog yang dapat menjual beras SPHP langsung ke masyarakat melalui jaringan toko ritel dan pedagang.

“Alhamdulillah, saat ini penyaluran beras SPHP di Bengkulu Utara sudah bisa dilakukan melalui mitra. Sebelumnya, distribusi masih terbatas lewat instansi pemerintah. Sekarang sudah ada tiga mitra yang ditunjuk dan telah mulai melakukan penjualan ke masyarakat,” ujar Vantho.

BACA JUGA: Atlet Taekwondo Mukomuko Meluncur ke Bengkulu Utara, Ikuti Lomba Ini

BACA JUGA:Lima OPD Pemkot Bengkulu Terpilih Lomba Inovasi Nasional, Pemenang Lomba Inovasi Tingkat Provinsi

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat delapan calon mitra yang mengajukan permohonan kerja sama dengan Bulog. Namun setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, baru tiga mitra yang disetujui untuk mulai menjalankan distribusi beras SPHP. Ketiga mitra ini dinilai memenuhi syarat dari sisi kelengkapan administrasi, kapasitas distribusi, serta komitmen dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Dari delapan calon mitra yang masuk, baru tiga yang lolos seleksi. Kami prioritaskan mitra yang benar-benar siap menyalurkan beras sesuai ketentuan, termasuk dalam menjaga harga jual di tingkat konsumen,” jelasnya.

Vantho juga menuturkan, bahwa pihak Bulog telah menetapkan jatah distribusi sebanyak 2 ton beras SPHP per minggu untuk masing-masing mitra. Jumlah tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar pasokan beras SPHP di pasaran dan menjaga stabilitas harga pangan di Bengkulu Utara.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa Bulog akan melakukan pengawasan ketat terhadap para mitra yang telah ditunjuk. Pengawasan ini tidak dilakukan sendiri, melainkan menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Utara. Pengawasan ini penting untuk memastikan agar beras SPHP benar-benar dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan untuk melakukan pengawasan langsung. Tujuannya supaya beras SPHP tidak dijual di luar ketentuan harga dan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” tambah Vantho.

Dengan dilibatkannya mitra Bulog dalam distribusi beras SPHP, diharapkan penyaluran beras subsidi ini dapat menjangkau lebih luas dan efektif. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasaran, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.

Selain itu, Bulog Bengkulu Utara juga terus membuka peluang bagi mitra baru yang memenuhi persyaratan untuk ikut serta dalam program ini. Vantho menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di daerah.

"Kita harapkan penyaluran beras subsidi ini dapat menjangkau lebih luas dan efektif. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasaran, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan masyarakat biasanya meningkat," tandasnya.(afrizal)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan