Kaur Targetkan Zero Kasus Stunting, Pemkab Lakukan Ini
IRUL/BE FOTO BERSAMA: Wabup Kaur dan dinas terkait saat foto bersama usai mengikuti Rakor percepatan stunting melalui zoom meeting di ruang kerjanya.--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur menargetkan zero stunting melalui penguatan peran lintas sektor dan kolaborasi hingga ke tingkat desa. Untuk tahun 2025 ini, penurunan angka stunting ditargetkan mencapai 12,5 persen.
Hal ini disampaikan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) juga Wabup Kaur, Abdul Hamid SPdI usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 melalui Zoom Meeting, Kamis 13 November 2025.
“Kita targetkan di tahun 2025 ini tidak ada lagi kasus stunting baru melalui pengawasan ketat, intervensi cepat, dan pendampingan intensif di tingkat keluarga," kata Wabup.
Dikatakan Wabup, ia menjelaskan bahwa intervensi telah dilakukan pada 166 kasus stunting di berbagai kecamatan, menggunakan pendekatan spesifik dan sensitif, serta berfokus pada keluarga berisiko berdasarkan data by name by address.
BACA JUGA: SMKN 3 Lubuklinggau Belajar ke SMKN 1 Rejang Lebong, Ini Tujuannya
BACA JUGA: Mantapkan Arah Organisasi, Bupati Arie Terpilih Nahkodai DPC PDIP Bengkulu Utara, Ini Periodenya
Untuk tahun 2024 lalu angka prevalensi stunting Kaur di angka 15,9 persen dan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 di angka 14,5 persen. Meskipun angka tersebut masih di atas target nasional, Pemkab Kaur terus berupaya maksimal melalui intervensi menyeluruh, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif serta memperkuat strategi percepatan penurunan stunting pada tahun 2025.
“Kita terus berupaya menekan angka stunting melalui intervensi sensitif dan spesifik. Untuk sensitifnya dilakukan melalui peningkatan rumahnya, sanitasinya, air bersih dan lainya, sedangkan spesifik melalui pemberian makan tambahan terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan balita," terangnya.
Ditambahkannya, dimana sesuai arahan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pentingnya kesamaan data dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Ia menilai, data yang akurat dan terpadu merupakan dasar utama dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Juga dalam upaya percepatan penurunan angka stunting yang butuh kerja bersama lintas sektor, tidak hanya kesehatan, tetapi juga seluruh perangkat pendukung pembangunan manusia.
“Saya yakin dengan komitmen kuat dan langkah nyata dari seluruh lapisan masyarakat serta stakeholder terkait, Kaur terus bergerak menuju generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting dan bisa mewujudkan Kaur zero new stunting,” tandasnya.(Irul)