Strategi Pemerintah Percepat Tranformasi Pendidikan, Presiden Luncurkan IFP di 288 Ribu Sekolah
Presiden Ri Prabowo Subianto didampingi Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan pelajar saat peluncuran papan panel digital atau IFP -istimewa/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Pemerintah terus mendorong percepatan transformasi pendidikan nasional.
Presiden RI, Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program digitalisasi pembelajaran yang akan diterapkan di 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pendidikan berbasis teknologi, sekaligus menjawab tantangan era digital yang menuntut proses belajar mengajar lebih fleksibel, interaktif, dan terintegrasi.
Prabowo menyebut bahwa program digitalisasi pembelajaran ini merupakan upaya bersama untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional.
Melalui digitalisasi ini, sekolah akan mendapatkan dukungan berupa perangkat pembelajaran, akses platform digital, serta peningkatan kapasitas guru.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Luncurkan
BACA JUGA:UT Buka Rekrutmen Pegawai 2025, Lulusan D3 Boleh Daftar, Cek Syarat dan Link Pendaftarannya Disini
"Hari ini kita meresmikan program digitalisasi pembelajaran. Alhamdulillah, panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat, belajar lebih cepat, punya akses kepada semua ilmu, semua bahan yang diperlukan,"ucap Presiden Prabowo
Presiden mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah berhasil menjalankan program ini, sejak awal dicanangkan pada Mei 2025, hingga saat ini 173 ribu panel telah tiba di sekolah.
“Ini baru awal, kita akan terus tingkatkan. Kita akan segera buka studio di Jakarta. Guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia. Guru-guru di daerah yang merasa perlu perkuatan, dia bisa buka dan semua modul ini nanti boleh diakses gratis oleh siapapun. Semua ini akan terbuka untuk seluruh bangsa Indonesia,” tegas Presiden.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa implementasi program ini mencakup penyediaan konten belajar digital, penguatan jaringan internet sekolah, serta pelatihan bagi tenaga pendidik.
“Program digitalisasi pembelajaran ini mulai dilaksanakan pada 15 Agustus 2025 untuk 288.865 sekolah. Sampai 16 November 2025, proses pengirimannya sudah mencapai 215.572, di mana sebanyak 173 ribu sudah tiba di sekolah. Jumlah ini merupakan 75% dari total yang akan dibagikan sampai Desember tahun 2025,” urai Mendikdasmen.
BACA JUGA:Benahi Wajah Kota Manna, Erwin Muchsin Langsung Tancap Gas
BACA JUGA:Juli Hartono Pimpin DPD NasDem Bengkulu Selatan 2025–2029