Harian Bengkulu Ekspress

Pemda Benteng Anggarkan Segini untuk Jamkesda

-Kadinkes Benteng, Barti Hasibuan SKM--

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan secara prima bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Barti Hasibuan SKM menjelaskan,  kuota untuk penerima  jaminan kesehataan daerah (Jamkesda) tahun  2026 akan dialokasikan untuk 20.000 jiwa.

Jumlah tersebut sama dengan tahun 2025 ini.

"Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 10 miliar," kata Barti.

Mudah-mudahan, sambung Barti, warga penerima manfaat Jamkesda tahun ini bisa kembali tercover pada tahun depan. Dimana, dengan dana yang tersedia tersebut mampu mengcover lebih dari 21.000 orang.

"Kita berharap dana yang tersedia ada penambahan di APBD Perubahan sehingga bisa mengcover 21.000 warga Benteng," jelasnya.

BACA JUGA: Bupati Arie Beri Ultimatum Keras Ketua PPSS Kaur, Terkait Konflik Ini

BACA JUGA: Bengkulu Utara Resmi Miliki Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI, Ini Lokasinya

Sejauh ini, sambung Barti, pihaknya memang tak bisa semerta-merta menghapus warga sebagai penerima Jamkesda. Termasuk warga yang sudah meninggal dunia.

Mekanismenya, Dinkes Benteng akan melakukan rekon bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengeluarkan data warga yang sudah meninggal dunia tersebut.

"Setiap bulan kita harus melakukan rekon dengan Disdukcapil Benteng untuk meminta data itu. Warga yang sudah meninggal akan dikeluarkan sebagai penerima Jamkesda setelah akte kematian diterbitkan," jelasnya.

Disisi lain, Barti mengungkapkan, bahwa kuota Jamkesda tahun  ini sudah hampir habis. Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai penerima Jamkesda, silahkan melengkapi berkas persyaratan sesuai dengan ketentuan.

Sehingga, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, baik itu di Puskesmas maupun layanan kesehataan di tingkat rujukan.

"Hingga bulan November 2025 ini, kuota yang tersisa berkisar ratusan warga," tutupnya.(bakti)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan