Satgas PKH Tertibkan Perusahaan Nakal di Seluma
Bupati Seluma, Teddy Rahman SE MM--
Harianbengkuluekspress.id - Bupati Seluma, Teddy Rahman SE MM menegaskan komitmennya untuk menertibkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Seluma, terutama terkait kepatuhan terhadap perizinan kawasan hutan. Untuk itu, Pemkab Seluma akan menurunkan satuan tugas penertiban kawasan hutan (Satgas PKH) guna melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Satgas PKH. Mereka akan kita turunkan untuk memastikan seluruh perizinan perusahaan di Seluma benar-benar sesuai,” tegas Teddy Rahman kepada Bengkulu Ekspress, kemarin.
Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait perusahaan yang diduga tidak taat aturan, bahkan memanipulasi dokumen perizinan dalam menjalankan usaha di wilayah Seluma.
“Saya ingin semuanya tertib. Semua perizinan, baik yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, maupun daerah, harus dipenuhi,” ujarnya.
BACA JUGA:Potong Anggaran Kesehatan Rp514 Juta, Kadinkes BU Tersangka dan Langsung Ditahan
BACA JUGA:Di Balik Kisruh Lahan, Terungkap Dinasti Keluarga Kades Keban Agung 1
Cek Dokumen Perusahaan Satu Persatu
Teddy menjelaskan, Satgas PKH akan bertugas memeriksa secara detail dokumen perizinan setiap perusahaan. Ia meminta seluruh perusahaan segera menyiapkan dokumen yang dimiliki secara lengkap.
“Semua perusahaan akan dicek satu per satu oleh Satgas PKH. Jadi saya minta masing-masing perusahaan segera menyiapkan dokumen perizinannya,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada perusahaan yang terbukti tidak memiliki atau memanipulasi perizinan. Satgas PKH diberi kewenangan penuh untuk menindak tegas pelanggaran tersebut.
“Saya sudah beri kewenangan penuh kepada Satgas PKH. Jika ada yang melanggar, mereka berhak memberikan sanksi. Komitmen saya jelas, semua harus tertib—baik administrasi maupun perizinan,” tandas Teddy.
Banyak Perusahaan, PAD Tidak Signifikan
Menurut Teddy, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Seluma cukup banyak. Namun, kondisi itu belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Wajar jika saya curiga. Dengan banyaknya perusahaan berinvestasi, seharusnya PAD kita meningkat besar. Tapi nyatanya tidak berpengaruh signifikan,” ujarnya.