Harian Bengkulu Ekspress

Kepsek TK hingga SMP di Lebong Heboh, Ini Penyebabnya

Surat edaran mutasi palsu yang beredar di kalangan kepala sekolah di Kabupaten Lebong.-IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id  – Jajaran guru, terutama para kepala sekolah tingkat TK-SMP yang ada di Kabupaten Lebong heboh. Soalnya  adanya surat berbentuk PDF yang ditandatangani langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Lebong, Reko Haryanto SSos MSi terkait akan dilaksanakannya mutasi.

Dalam surat tersebut, tertulis nomor surat :800.1.2.5/837/BKPSDM-C/2025 perihal pemberitahuan dan permintaan koordinasi terkait pelaksanaan mutasi serta penataan alaratur di lingkungan sekolah Pemkab Lebong.

Pada intinya surat yang dikirimkan kepada para kepala sekolah  menyebutkan bahwa saat ini tengah dilaksanakan mutasi pegawai di lingkungan tenaga pendidik dalam upaya penyegaran organisasi dan serta pemenuhan kebutuhan formasi. Adapun proses mutasi berdasarkan hasil asesment yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong. Sebagai upaya  memastikan penempatan pegawai tepat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. 

Menyikapi hal tersebut, Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Lebong, Reko Haryanto SSos MSi menegaskan, bahwa undangan yang telah beredar saat ini dipastikan undangan atau pemberitahuan palsu, karena terkait mutasi ataupun undangan yang beredar tidak pernah dikeluarkan oleh pihaknya.

“Surat tersebut adalah surat palsu atau hoax,” sampainya, rabu 03 Desember 2025.

BACA JUGA: Bupati Fikri Ajak Galang Dana untuk Bencana, Begini Targetnya

BACA JUGA: Puncak Diklat Rejang Lebong Masih Jadi Lokasi Wisata, Ini Keunggulannya

Lanjut Reko, didalam surat atau undangan yang telah diterima para kepala sekolah mulai dari tingkat TL-SMP di Kabupaten Lebong. Kemudian meminta agar berkoordinasi kepada kepala BKPSDM ke nomor telepon selular yang dituliskan di surat tersebut.

“Setelah diselidiki, nomor telepon tersebut ada di Bandung Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Ditambahkan Reko, didalam surat tersebut juga dibubuhkan tanda tangan elektronik (TTE) dirinya dan yang lainnya dilapis-lapis oleh para pelaku seolah-olah itu memang benar dikeluarkan oleh BKPSDM Kabupaten Lebong.

“TTE itu dilapis-lapis aja, jadi bukan aplikasi srikandinya yang bermasalah,” ucapnya.

Masih kata Reko, adanya surat atau undangan palsu tersebur dirinya meminta kepada para guru atau kepala sekolah mulai dari TK-SMP Dikbud di Kabupaten Lebong untuk tidak percaya dan jiak ragu bisa memastikannya secara langsung ke BKPSDM Kabupaten Lebong.

“Ssmeua harus bisa lebih selektif jika mendapatkan surat yang belum pasti kebenartannya,” himbaunya.

Apalagi ucap Reko, tidak menutup kemungkinan para pelaku melakukan bujuk rayu kepada para Kepala sekolah atau yang lainnya dan nantinya berujung meminta sejumlah uang dan hal tersebut akan merugikan para korban itu sendiri.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan