Harian Bengkulu Ekspress

Segini Progres Percepatan Program Optimasi Lahan Non Rawa di Mukomuko

Kantor Dinas Pertanian Mukomuko, pihaknya menargetkan pekan ini oplah non rawa selesai-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id  – Progres pengerjaan program optimasi lahan di Kabupaten Mukomuko sudah mencapai di atas 80 persen. Pemerintah menargetkan seluruh paket pekerjaan selesai 100 persen dalam beberapa hari ke depan. Terobosan ini bukan hanya menaikkan produktivitas, tetapi juga menghidupkan kembali semangat petani, terutama di Ipuh dan Malin Deman yang sudah menikmati manfaat sumur bor untuk sawah tadah hujan. Hasilnya mulai terlihat, lahan yang selama ini mengering kini dialiri air.

”Program ini dipercepat dan dalam pekan ini ditargetkan selesai,” ujar Kepala Seksi Saprodi, Alsintan dan Pembiayaan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Dodi Hardiansyah. 

BACA JUGA: OJK Bengkulu Gelar Edukasi Keuangan ASN Bengkulu Utara, Ini Tujuannya

BACA JUGA:11 Unit Traktor Perkuat Program Swasembada Pangan Seluma

Ia menyampaikan, tahun 2025 ini, Kementerian Pertanian RI mengalokasikan Oplah seluas 809 hektare untuk Kabupaten Mukomuko. Lahan ini tersebar di Kecamatan Selagan Raya, Ipuh, dan Malin Deman. Selagan Raya mendapat porsi terbesar, karena urgensi perbaikan tata air dan akses pertanian yang selama ini menjadi keluhan petani di wilayah tersebut.

”Setiap kecamatan mendapatkan jenis kegiatan berbeda sesuai kebutuhan di lapangan. Kecamatan Malin Deman fokusnya pembangunan jaringan perpipaan agar distribusi air lebih lancar. Selama ini petani sering kesulitan air saat kemarau,” bebernya.

Ia menerangkan, di Kecamatan Ipuh, pemerintah membangun sumur bor sebagai sumber air yang stabil sepanjang tahun. Keberadaan sumur bor ini langsung dirasakan manfaatnya oleh petani. Kini, petani telah memiliki pasokan air yang jauh lebih pasti, terutama pada masa peralihan musim yang kerap tidak bersahabat.

“Di Kecamatan Selagan Raya, program dipusatkan pada rehabilitasi dan pembangunan saluran irigasi tersier,” bebernya. Ia menerangkan, jaringan irigasi lama yang sudah rusak parah diperbaiki agar aliran air ke sawah kembali maksimal dan berdampak pada peningkatan produksi padi. Seluruh pekerjaan kini memasuki tahap akhir. Dengan progres yang telah menembus di atas 80 persen.

“Kami optimis target penyelesaian dapat terpenuhi dalam waktu dekat. Ini program strategis yang langsung menjawab kebutuhan petani. Kami pastikan pekerjaan terawasi dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.(budi)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan