BPBD Benteng Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Begini Caranya
Kalak BPBD Benteng, Harmen Junaidi ST MAP--
Harianbengkuluekspress.id –- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul berkembangnya Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudera Hindia, sebelah barat daya Bengkulu.
Fenomena tersebut diperkirakan memicu cuaca ekstrem di wilayah Bengkulu, termasuk Kabupaten Bengkulu Tengah.
Peringatan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) nomor 100.3.4/1/ED/BPBDD/XII/2025 yang ditujukan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Benteng.
Berdasarkan informasi dari BMKG, bibit siklon ini berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, seperti hujan lebat, angin kencang, petir, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Kondisi atmosfer yang labil juga membuat potensi bencana hidrometeorologi semakin meningkat.
"Kami meminta camat, lurah dan kepala desa untuk segera menggerakkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Tidak perlu panik, tetapi tetap siaga menghadapi dinamika cuaca beberapa hari ke depan," kata Kalak BPBD Benteng, Harmen Junaidi ST MAP.
BACA JUGA: Pembangunan Gerai KDKMP di Mukomuko Terus Digenjot, Ini Tujuannya
BACA JUGA:PMJB Seluma Salurkan Bantuan Bencana Alam di Sumbar
Dalam SE tersebut, sambungnya, BPBD menyampaikan beberapa poin penting. Diantaranya, meningkatkan kewaspadaan dan rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk, menghindari kawasan rawan seperti bantaran sungai, lereng bukit, dan area dengan pohon berukuran besar serta segera melapor kepada aparat jika menemukan kondisi darurat atau potensi bahaya.
Selanjutnya, BPBD juga menekankan pentingnya kesiapan aparat desa dalam melakukan langkah cepat apabila terjadi bencana susulan akibat cuaca ekstrem. Masyarakat pun diimbau untuk mengikuti informasi resmi dan menyimpan barang-barang penting di tempat yang aman.
Sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan bencana di Kabupaten Benteng meliputi Kecamatan Pondok Kelapa, Pondok Kubang, Pematang Tiga, Taba Penanjung dan Kecamatan Karang Tinggi.
"Petugas desa dan relawan diminta melakukan pengecekan lapangan secara berkala, termasuk kondisi sungai, drainase dan titik rawan longsor. Segera hubungi aparat jika terjadi insiden akibat cuaca ekstrem," tutup Harmen.(bakti)