Harian Bengkulu Ekspress

Desa Taba Saling Pastikan Ketahanan Pangan Prioritas APBDes 2026

Doni/BE Program tanam jagung 1 hektar tahun 2025 Desa Taba Saling--

Harianbengkuluekspress.id - Keberhasilan program penanaman jagung seluas satu hektare pada tahun 2025 menjadi pijakan awal bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Taba Saling untuk memperkuat program ketahanan pangan. Pemdes memastikan program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, melainkan akan dilanjutkan dan diperluas pada tahun anggaran 2026.

Kepala Desa Taba Saling, Irda Yuda Hartawan, menegaskan, program ketahanan pangan akan kembali menjadi prioritas utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2026. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Kami tidak ingin program ini hanya formalitas satu tahun. Untuk 2026, ketahanan pangan tetap kami lanjutkan dan menjadi prioritas. Ini bentuk komitmen desa mendukung arah pembangunan nasional,” tegas Irda.

BACA JUGA:Desa Karang Endah Dukung Pengembangan Kopdes Merah Putih

BACA JUGA:Bantu Anak Yatim, Selamatkan Bangsa
Ia menjelaskan, penyusunan draf APBDes 2026 akan dikawal secara ketat agar selaras dengan rencana pembangunan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penyelarasan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan penyerapan bantuan dari pemerintah pusat, baik berupa bibit, pupuk, maupun teknologi pertanian.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Jika koordinasi dari pusat hingga desa berjalan searah, target swasembada pangan nasional bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” tambahnya.

Ketua BUMDes Sehati, Dika, menyambut baik komitmen keberlanjutan program ketahanan pangan tersebut. Menurutnya, pengalaman menanam jagung pakan sejak November 2025 menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas di tahun berikutnya.

BACA JUGA:Libur, Ortu Diminta Awasi Aktivitas Anak

“Program satu desa satu hektare sudah berjalan dengan baik. Dengan kepastian berlanjut pada 2026, BUMDes bisa menyusun perencanaan yang lebih matang, mulai dari pengelolaan lahan hingga sistem distribusi hasil panen,” pungkas Dika. (Doni Parianata)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan