Harian Bengkulu Ekspress

Ayam Petelur dan Kebun Cabai, Bumi Agung Perkuat Ekonomi Desa

RENALD/BE Kades Bumi Agung, Hijran saat turun langsung ikut perawatan kebun Bumdes dan peternakan ayam petelur, Kamis 1 Januari 2025.--

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Desa Bumi Agung, Kecamatan Kedurang, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa. Melalui pemanfaatan Dana Desa, Bumi Agung mengembangkan peternakan ayam petelur dan kebun cabai sebagai program unggulan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Saat ini, peternakan ayam petelur yang dikembangkan desa telah memiliki sekitar 1.000 ekor ayam dan berproduksi setiap hari. Program ini menjadi salah satu langkah nyata desa dalam mendukung swasembada pangan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

BACA JUGA:2026, Pemkot Kota Bengkulu Genjot PAD Via Penataan Pantai Panjang

BACA JUGA: 1.187 PPPK Paruh Waktu BS segera Dilantik Januari 2026

Tidak hanya berhenti pada sektor peternakan, pemerintah desa juga memanfaatkan lahan di sekitar kandang ayam untuk pengembangan kebun cabai. Berbagai jenis cabai ditanam, mulai dari cabai keriting, cabai setan hingga cabai rawit, sehingga memberikan nilai tambah dari sektor pertanian.
Kepala Desa Bumi Agung, Hijran, menjelaskan bahwa bibit cabai yang ditanam merupakan hasil dukungan program pengelolaan lahan tidur yang digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Polda Bengkulu melalui program Satu Hektare Satu Desa (Sadesahe).

“Bibit cabai yang kami terima dari Polda langsung kami tanam dan dikelola melalui BUMDes,” ujar Hijran kepada BE, Kamis 1 Januari 2025.

Menurutnya, integrasi antara peternakan ayam petelur dan kebun cabai diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi desa, baik dari sisi peningkatan ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh warga. Hijran mengungkapkan, sebelumnya hasil telur ayam petelur dibagikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Desa Bumi Agung sesuai jumlah kepala keluarga.

BACA JUGA:Pohon Tumbang, Pedagang Luka di Kota Bengkulu

“Setiap rumah menerima 15 butir telur, dan program ini kami jalankan selama sembilan bulan,” jelasnya.
Ke depan, pembagian telur gratis tetap akan dilanjutkan, namun difokuskan pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Hari Raya Idulfitri, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Melalui BUMDes, pembagian telur gratis ini nantinya akan menjadi semacam THR bagi masyarakat desa,” pungkasHijran. (Renald)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan