Kawasan JIT di Mukomuko Tanam 3 Kali Setahun
Dua ribu hektar lebih persawahan di kawasan jaringan irigasi teknis di Kabupaten Mukomuko tanam tiga kali dan satu kali palawija setahun.-IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id – Kawasan persawahan produktif yang dialiri Jaringan Irigasi Teknis (JIT) dipastikan tanam tiga kali dan satu kali tanam palawija dalam waktu setahun.
“Dalam setahun 3 kali tanam padi sawah dan satu kali palawija,” ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman SP.
Ia menerangkan, persawahan itu berada di daerah irigasi Manjunto dan Selagan. Ketersediaan air yang relatif stabil membuat petani tidak lagi bergantung pada musim hujan, sehingga pola tanam dapat diatur lebih intensif dan berkelanjutan sepanjang tahun.
“Adanya irigasi, petani bisa menanam padi tiga kali dan masih memiliki waktu untuk palawija. Ini berdampak langsung pada peningkatan produksi dan pendapatan petani dengan luasan sekitar dua ribu hektar lebih,” katanya.
BACA JUGA: Harga Sawit di Bengkulu Utara Tembus Rp 3.000/kg
BACA JUGA: Ngantor 3 Hari di Benteng Dimulai 12 Januari
Ia juga menyebutkan, masih ada sekitar 1.400 hektar lahan sawah lainnya yang hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun karena sepenuhnya mengandalkan air hujan. Lahan sawah tadah hujan tersebut tersebar di Kecamatan Ipuh, serta sejumlah kecamatan lainnya di Mukomuko. Kondisi ini membuat produktivitas lahan belum optimal, terutama pada musim kemarau panjang. Meski demikian, ia memastikan bahwa sawah tadah hujan yang jumlahnya mencapai ribuan hektar secara bertahap akan didorong menjadi lebih produktif. Upaya yang dilakukan antara lain melalui program optimasi lahan, termasuk pembangunan sumur bor pada sebagian areal persawahan.
“Sebagian sawah tadah hujan sudah mendapatkan program optimasi lahan dengan pembangunan sumur bor. Dengan tambahan sumber air ini, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan,” sebutnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan program optimasi lahan tersebut terus diperluas agar kesenjangan produktivitas antara sawah irigasi dan sawah tadah hujan dapat ditekan. Dengan meningkatnya luas sawah yang dapat ditanami lebih dari satu kali setahun, sektor pertanian di Mukomuko diharapkan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.(budi)