PAD Pariwisata di Lebong Segera Diturunkan
Kabid Pariwisata Disparpora Lebong, Agus Suryadi SE==--
Harianbengkuluekspress.id – Tidak mencapai target, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong berencana akan menurunkan penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang sebelumnya sebesar Rp 70 juta menjadi Rp 40- 50 juta.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi melalui Kabid Pariwisata, Agus Suryadi SE membenarkan bahwa untuk PAD sektor pariwisata kembali tidak memenuhi target.
“Dari target 70 juta yang dibayarkan pihak pengelola hingga akhir tahun 2025 sebesar Rp 34 juta,” sampainya, Minggu 11 Januari 2026.
Lanjut Agus, melihat capaian PAD yang tidak memenuhi target sementara ketiak dilakukan penagihan kepada pengelola objek wisata penghasil yaitu wisata air putih, danau picung dan pulau harapan sangat susah dengan berbagai alasan.
“Secara tertulis maupun lisan, kita terus melakukan penagihan,” ucapnya.
BACA JUGA: Pemkab Rejang Lebong Siapkan Ruang Bermain Anak Gratis
BACA JUGA: Belasan Pangkalan Elpiji Nakal di Rejang Lebong Ditindak
Mash kata Agus, untuk ke 3 objek wisata penghasil PAD sendiri dibagi untuk Wisata air putih sebesar Rp 50 juta dan baru dibayar Rp 30 juta dan telah berjanji akan membayar sisahnya, sementara untuk Danau picung hanya membayar Rp 4 juta dari Rp 15 juta dan tidak ada komfirmasi akan kembali membayar sisahnya.
“sementara untuk Pulau harapan diminta Rp 5 juta namun tidak melakukan pembayaran” ujarnya.
Ditambahkan Agus, melihat kondisi pembayaran yang sering tidak memenuhi target, maka pihaknya berencana akan menurunkan target PAD dengan kisaran Rp 40-50 juta. Dimana nantinya masing-masing pengelola kembali akan dirancang kembali berapa yang harus dibayar.
“Kita akan melakukan evaluasi, berencana akan menurunkan untuk PAD,” ucapnya.
Nantinya ucap Agus, jika kewajiban pengelola objek wisata resmi diturunkan maka, nantinya dana yang didapat adari pengurangan, bisa dipergunakan untuk melakukan perehapan atau pembuatan sarana dan parsarana (Sapars) objek wisata itu sendiri.
“Kita turunkan PAD, namun nanti pengelola harus memikirkan sapras bagi para pengunjung,” tuturnya.
Pastinya tambah Agus, pihaknya tidak ingin menargetkan PAD besar, namun nyatanya tidak bisa memenuhi target. Namun jika PAD diturunkan, nantinay bisa memenuhi target. Namun pastinya pihaknya kembali akan melakukan rapat, untuk membahas mana yang terbaik.