Keren, 2024 dan 2025 Lebong Bebas Penyakit Malaria
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Lebong, Evan Marta SKM-Erick/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Sejak tahun 2014 hingga tahun 2025, Kabupaten Lebong masih bisa mempertahankan sebagai daerah bebas dari penyakit malaria.
Hal ini terbukti, tidak ada didapatnya masyarakat yang terserang malaria sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Lebong.
Sebelumnya Pemkab Lebong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong mendapati adanya nyamuk jenis anopeles yang dikenal sebagai parasit utama pembawa parasit malaria seperti di Desa Gandung Baru Kecamatan Lebong Utara.
Atas temuan tersebut, Dinkes Lebong bekerjasama dengan tim penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengirimkan sample jentik nyamuk ke Laboratoroum Kesehatan Palembang, untuk memastikan bahwa tidak ada nyamuk pembawa penyakit malaria.
BACA JUGA:Jelang HPN, AMSI Bersama PWI dan Forum Pimred Kampanye #NoTaxforKnowledge
BACA JUGA:Update Harga Emas di PT Pegadaian Hari Ini, Senin 12 Januari 2026, Antam dan UBS Kompak Tak Bergerak
Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Evan Marta SKM membenarkan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengirimkan sampel nyamuk dan hasilnya negatif.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak menemukan venktor-vektor nyamuk anopeles pembawa penyakit malaria,” sampainya,Januari 2026.
Lanjut Evan, selain melakukan pemeriksaan terhadap nyamuk yang diduga jenis nyamuk anopeles, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 1.809 orang warga dari total target 1.100 orang, untuk memastikan bahwa tidak ada yang luput masyarakat terserang penyakit malaria.
“Dari hasil pemeriksaan, kita juga mendapati hasil nihil,” jelasnya.
Masih kata Evan, dengan tidak adanya temuan nyamuk anopeles penyebab malaria serta hasil pemeriksaan terhadap masyarakat yang tidak ada yang positif malaria. Maka Kabupaten Lebong, masih terus mampu mempertahankan status bebas malaria.
“Status bebas malaria sendiri pertama kali kita raih sejak tahun 2014 yang lalu,” tuturnya.
Ditambahkan Evan, meskipun di tahun 2025 tidak ditemukan adanya kasus malaria, pihaknya berharap kepada masyarakat dan pihak terkait lainnya, untuk tidak lengah dan selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya nyamuk.