Harga Sawit di Mukomuko Stabil
Buah sawit yang dibeli pabrik di Mukomuko ini masih cukup stabil.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id– Petani sawit yang menjual hasil kebunnya ditingkat pabrik yang ada di Kabupaten Mukomuko cukup stabil. Sebab pabrik masih bertahan dengan harga terendah Rp 2.840 dan tertinggi Rp 2.910/Kg.
“Harga tandan buah segar yang dibeli sejumlah pabrik di daerah ini bervariasi dan harga terendah Rp 2.840 dan tertinggi Rp 2.910/Kg,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman. Ia menyampaikan, harga TBS per 13 Januari 2026 di Kabupaten Mukomuko, yakni di PT. SAPTA Rp 2.840/kg,PT. USM Rp 2.870,PT. KSM Rp 2.880,PT. SAP Rp 2.950,PT. SSS Rp2.940,PT. MMIL Rp 2.910,PT. KAS Rp 2.860,PT. MPRA Rp 2.910,PT. DDP Rp 2.910,PT. GSS Rp 2.910 dan PT. BMK membeli dengan harga Rp2.870/kg.
“Harga tersebut merupakan harga beli di tingkat pabrik atau hanya berlaku bagi petani yang menjual langsung ke pabrik pengolahan kelapa sawit. Jika menjual lewat tauke sawit, harganya lebih murah dari harga beli pabrik. Ini penting dipahami agar petani bisa mempertimbangkan pilihan penjualan yang paling menguntungkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Angka Kebakaran di Bengkulu Utara Meningkat
BACA JUGA: Temui Bupati, PGRI Benteng Pertanyakan Pencairan TPG 100 Persen
Ia juga menyampaikan, stabilnya harga sawit saat ini setidaknya memberikan kepastian sementara bagi petani di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan nasional. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar petani tidak hanya terpaku pada harga tertinggi, melainkan juga memperhatikan potongan kualitas, rendemen, serta biaya angkut yang kerap mempengaruhi harga bersih yang diterima. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian tetap melakukan pemantauan perkembangan harga sawit serta menjalin komunikasi dengan pihak pabrik untuk memastikan keterbukaan informasi harga bagi petani. Pihaknya mendorong petani untuk meningkatkan kualitas panen agar tidak terkena potongan harga yang terlalu besar.
“Peluang petani untuk mendapatkan nilai jual yang layak masih terbuka. Intinya, petani cermat memilih jalur penjualan dan menjaga kualitas buah yang akan di jual tersebut,” ujarnya.(budi)