Harian Bengkulu Ekspress

Harga Beli Gabah di Mukomuko Tinggi

Gabah petani di Mukomuko dibeli dengan harga tinggi.-IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Petani padi di wilayah Kabupaten Mukomuko  cukup diuntungkan dengan harga pembelian gabah di daerah tersebut. Pasalnya para tauke berani membeli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“HPP sebesar Rp 6.500 per kg, sedangkan para tauke berani membeli dengan harga Rp 6.700 hingga 7.000 per kg. Adanya selisih harga yang cukup signifikan. Petani lebih memilih menjual gabah ke tauke atau pembeli dari pihak swasta,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma.

Disampaikannya, kebijakan HPP menjadi patokan agar harga gabah tidak jatuh saat panen raya dan petani tetap memperoleh keuntungan yang layak. Namun dengan kondisi pasar yang bergerak di atas HPP menimbulkan tantangan tersendiri bagi pihak Bulog. Sebagai lembaga yang menjalankan mandat pemerintah, Bulog tidak bisa serta-merta menaikkan harga beli di atas HPP. Akibatnya serapan gabah oleh Bulog menjadi terbatas.

“Harga pasar pembelian gabah di daerah ini sudah di atas HPP, Bulog tentu kesulitan bersaing. Petani secara rasional memilih harga yang lebih tinggi. Ini menjadi dilema klasik antara menjaga kesejahteraan petani dan memastikan cadangan pangan pemerintah tetap aman,” katanya. 

BACA JUGA: Kinerja Kepala OPD di Benteng Bakal Dievaluasi

BACA JUGA:351 Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Akhir Maret

Ia menjelaskan, jika kondisi ini berlangsung lama, maka diperlukan evaluasi dan sinkronisasi kebijakan agar tujuan ganda melindungi petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah dapat berjalan seimbang. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan. 

“Intinya yang paling penting, petani tidak dirugikan. Di saat yang sama, negara juga perlu memastikan ketersediaan stok beras. Ini juga penting kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika harga pasar,” ungkapnya.(budi)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan