Program Bantuan Smartboard di Rejang Lebong Berlanjut
Pelajar di Rejang Lebong saat belajar menggunakan smartboard bantuan dari Presiden Prabowo tahun 2026 ini dan bantuan serupa kembali akan diterima Rejang Lebong.- IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong menyebutkan bahwa program smartboard untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong kembali berlanjut pada tahun 2026 ini.
"Alhamdulillah untuk program bantuan smartboard akan kembali kita terima di tahun 2026 ini," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi MPd, Senin 26 Januari 2026.
Bahkan menurut Zakaria, pada tahun 2026 ini bantuan yang akan diterima masing-masing sekolah di Kabupaten Rejang Lebong tersebut sebanyak tiga unit. Kepastian bantuan tersebut, menurut Zakaria, disampaikan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ke Jakarta belum lama ini.
"Tahun ini masing-masing sekolah akan kembali mendapatkan bantuan tiga unit smartboard," tambah Zakaria.
BACA JUGA: Bulog Rejang Lebong Serap 221 Ton Beras Petani
BACA JUGA: SPKT Terpusat Permudah Pelayanan Masyarakat Lebong
Dengan akan kembali mendapat bantuan masing-masing tiga unit smartboard, maka menurut Zakaria, setiap sekolah di Kabupaten Rejang Lebong akan memiliki empat unit smartboard. Ia berharap, bantuan smartboard tersebut nantinya bisa dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendidik anak-anak Kabupaten Rejang Lebong yang merupakan generasi penerus di Kabupaten Rejang Lebong.
"Saya harap bantuan yang diberikan pemerintah bisa dipelihara dan dirawat serta dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan pendidikan kita," harap Zakaria.
Dalam kesempatan tersebut, Zakaria juga memastikan dan menegaskan, bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong tidak memandang sekolah negeri maupun swasta yang akan menerima bantuan. Dimana menurutnya, semua sekolah baik negeri maupun swasta akan mereka usulkan semua untuk menerima bantuan dari pemerintah seperti smartboard yang merupakan program Presiden Prabowo.
"Saya tegaskan kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak memandang sekolah negeri maupun swasta, dimana semuanya sama dan akan kita usulkan untuk mendapat bantuan dari pemerintah," demikian Zakaria.(ari)