Harian Bengkulu Ekspress

Pemprov Bengkulu Bidik PAD Listrik

IST/BE Pj Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menghadiri kegiatan Forum Sinergi PLN dengan Pemerintah Daerah, Selasa 27 Januari 2026.--

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru guna memperkuat fiskal daerah. Salah satu sektor potensial yang kini tengah dikaji sektor ketenagalistrikan yang dikelola PT PLN (Persero), termasuk keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr H Herwan Antoni SKM MKes MSi, mengungkapkan upaya pencarian PAD baru menjadi kebutuhan mendesak seiring menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam membiayai pembangunan.

“PLN menjadi salah satu potensi sumber PAD yang sedang kita siapkan regulasinya. Jika regulasi sudah ada, potensi pendapatannya cukup besar, termasuk dari keberadaan PLTU dan sektor pendukung lainnya,” ujar Herwan dalam forum sinergi PLN dengan pemerintah daerah di Hotel Mercure Bengkulu, Selasa 27 Januari 2026.

BACA JUGA: Dispar Maksimalkan Potensi Hutan Kota Rejang Lebong

BACA JUGA:Pada 2026, Jumlah Penerima KIP-Kuliah Kemenag Naik, Pengelolaan KIP Kuliah Dialihkan

Ia menjelaskan, saat ini Pemprov Bengkulu masih melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi pendapatan di sektor kelistrikan. Selama ini, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari pembayaran listrik masyarakat menjadi kewenangan kabupaten/kota. Oleh karena itu, provinsi akan membidik objek pajak lain yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Kalau di kabupaten dan kota itu dari pajak pembayaran listrik masyarakat. Sementara di tingkat provinsi tentu masih ada sumber-sumber lain yang bisa kita gali,” jelasnya.

Herwan menambahkan, kinerja penerimaan pajak provinsi sejauh ini menunjukkan tren positif. Beberapa sektor seperti pajak air permukaan dan pajak alat berat mulai menjadi sumber PAD baru yang berkontribusi signifikan, selain pajak kendaraan bermotor.

“Kami juga meminta dukungan pemerintah kabupaten dan kota untuk terus mensosialisasikan kepatuhan wajib pajak kepada masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Herwan mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara PLN dan pemerintah daerah, khususnya dalam program penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu pada 2025.

“Pada 2025, pemasangan listrik gratis untuk rumah tangga miskin dilakukan oleh PLN Bengkulu. Pemprov menyediakan data dari kabupaten/kota, kemudian PLN yang merealisasikan. Dengan begitu, anggaran APBD yang seharusnya digunakan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” ungkapnya.

Menurut Herwan, sinergi lintas lembaga sangat penting, tidak hanya untuk peningkatan PAD, tetapi juga dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

BACA JUGA: Mayoritas Jemaah Haji Masuk Kategori Risti, Kemenag Siapkan Langkah Khusus

“Pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak. Sinergi harus terus kita perkuat,” ujarnya.
Manager PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah merealisasikan sebanyak 2.029 penyambungan listrik gratis bagi keluarga tidak mampu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan