Harian Bengkulu Ekspress

Perekrutan Karyawan SPPG, Gratis

JEFRYY/BE Pengumuman resmi dikeluarkan SPPG Seluma.--

Harianbengkuluekspress.id - Perekrutan besar-besaran terhadap karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan pungutan, untuk memuluskan untuk bisa bekerja sebagai karyawan.  Korwil SPPG Kabupaten Seluma, Reno Finarta  memastikan perekrutan relawan dan pekerja dilakukan secara gratis dan transparan serta akuntabel, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Perekrutan relawan oleh yayasan tidak dipungut biaya sepersenpun, imbauan ini  dibuat agar masyarakat bisa melaporkan oknum-oknum yayasan yang dengan sengaja memungut biaya dalam perekrutan relawan ini,” tegasnya.

Ditambahkan, jika mendapati yayasan apapun itu, maka pemungutan biaya untuk bekerja ini tidaklah benar. Sehingga masyarakat dapat segera melaporkannya ke pihak berwajib maupun ke SPPG terdekat.

“Jika menemui segera laporkan saja, karena itu diluar tanggung jawab kami dan hal tersebut tidaklah dibenarkan,” sampainya.

Tak bisa dipungkiri lagi, SPPG tengah membutuhkan karyawan dan tenaga kerja.  Karena memang sejumlah SPPG baru akan mulai beroperasi termasuk tengah gencar melakukan pembangunannya. Sedikitnya untuk satu MBG tersebut dibutuhkan 47 orang. 

“Perekrutan secara resmi tidak dipungut biaya dan memprioritaskan warga di lingkungan,” sampainya.

BACA JUGA:Program Sriduri Polda Bengkulu: Gerakan Sosial 2 Ribu Setiap Hari

BACA JUGA:Polresta Bengkulu Ungkap Enam Kasus Narkoba

Reno menambahkan, tidak membantah jika evaluasi keberadaan SPPG kali ini terfokus kepada tenaga kerja yang masih ada ditemukan pekerja dari Kota Bengkulu.

“Relawan atau pekerja di setiap SPPG berjumlah 47 orang. Beberapa diantaranya berasal dari luar seluma dan ini menjadi evaluasi kita di tahun 2026 ini,” sampainya.

Disampaikan, sehingga ini menjadi evaluasi bersama Satgas MBG Pemerintah Kabupaten Seluma.  Karena ini menjadi atensi karena bertentangan dengan Juklak dan Juknis bahwasanya relawan atau pekerja ini ada kategorinya. Seperti pada relawan berasal dari daerah itu sendiri, khususnya lokasi keberadaan dapur MBG tersebut.

“Di mana lokasi dapur, maka Relawan atau pekerja harus berasal di daerah tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan, selain itu relawan dan pekerja merupakan mereka adalah mereka yang tergolong dan masuk pada kemiskinan ekstrim. Sehingga ini khusus relawan dan pekerja menjadi evaluasi bersama tim Satgas BGN Pemda Seluma.  Untuk persamaan persepsi agar SPPG bisa terlaksana dengan lancar dan sukses. Sehingga anak sekolah dan balita serta ibu hamil bisa terpenuhi mak

“Di Kabupaten Seluma dapur MBG 3T ini ada 32 desa dan 12 desa sudah dalam tahap persiapan yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Seluma,” tegasnya. (Jefrianto)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan