Warga Desa Sekalak Minta Jembatan Diperbaiki
JEFRYY/BE Warga Sekalak masih tetap menyeberang sungai dengan berenang karena jembatan mengalami kerusakan.--
Harianbengkuluekspress.id - Sejak pemekaran Kabupaten Seluma, Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara, hingga kini masih berada dalam kondisi terisolasi. Hal ini disebabkan rusaknya jembatan penghubung utama menuju desa tersebut hanyut diterjang banjir sejak lima tahun lalu. Warga pun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi kembali normal.
Kepala Desa Sekalak, Sudarmono, mengatakan, jembatan yang menghubungkan Desa Sekalak dengan Dusun Batu Ampar, Desa Talang Beringin, hanyut akibat banjir bandang pada 29 April 2020. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum mendapat penanganan, sehingga akses utama warga terputus.
“Sejak jembatan hanyut lima tahun silam, desa kami menjadi terisolasi. Kami sangat berharap setidaknya jembatan menuju desa kami dapat diperbaiki oleh pemerintah. Saat ini kami hanya mengandalkan jalan milik PT BIL, namun kondisinya juga sulit diakses. Itulah satu-satunya jalur yang bisa kami lewati untuk keluar masuk desa,” ujar Sudarmono.
Ia menambahkan, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sebagian warga terpaksa menyeberangi Sungai Air Pelubang dengan berjalan kaki bahkan berenang saat debit air sedang surut. Cara berisiko tersebut kerap dilakukan warga demi menghadiri kegiatan sosial, seperti hajatan, maupun mengurus keperluan administrasi ke Kantor Camat Seluma Utara.
BACA JUGA:Perluas Desa, Pemdes Suka Negeri Buka Jalan Baru
BACA JUGA: Pemda Benteng Raih Penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya
Kondisi ini terjadi karena jembatan bailey buatan TNI yang sebelumnya digunakan masyarakat sebagai akses penghubung telah putus dan hanyut akibat banjir bandang. Sejak rusaknya jembatan tersebut, mobilitas warga menjadi sangat terbatas.
“Meski berbahaya, warga tetap nekat menyeberangi sungai karena tidak ada pilihan lain yang lebih dekat dan aman,” pungkasnya.(Jefrianto)