2 Pengelola Objek Wisata di Lebong Diganti
mengganti pengelola objek wisata Air Putih dan Pulau Harapan serta langsung dikontrak selama 5 tahun.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id – Untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata, Pemkab Lebong melalui Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) mengganti pengelola objek wisata Air Putih dan Pulau Harapan serta langsung dikontrak selama 5 tahun.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparpora Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi melalui Kabid Pariwisata, Agus Suryadi SE membenarkan bahwa pihaknya telah mengganti pengelola objek wisata Air Putih yang berada di Kecamatan Pinang Belapis dan wisata Pulau Harapan di Kecamatan Lebong Selatan.
“Untuk pengelola 2 objek wisata tersebut hanya 1 orang,” sampainya, Kamis 29 Januari 2026.
Lanjut Agus, digantinya pengelola di 2 objek wisata tersebut dikarenakan pada tahun 2025 yang lalu pengelola tidak bisa memenuhi target PAD. Objek wisata air putih ditargetkan menghasilkan PAD sebesar Rp 50 juta dan dibayar Rp 30 juta, sementara Pulau Harapan dari target Rp 5 juta tidak membayar sama sekali.
“Karena tidak memenuhi target maka kita ganti untuk pengelolanya,” ucapnya.
BACA JUGA: Bulog Rejang Lebong Siapkan 1.429 Ton Beras
BACA JUGA: Lokasi CFD di Depan Rumdin Bupati Rejang Lebong
Masih kata Agus, objek wisata penghasil PAD sendiri sebenarnya ada 3 ditambah objek wisata Danau Picung yang mana daeri target PAD Rp 15 juta hanya membayar Rp 4 juta. Namun untuk pengelolanya tidak diganti karena pemilik kawasan objek wisata merupakan milik pribadi.
“Kita akan loordinasikan kembali kepada pemilik objek wisata terkait pengelola yang tidak memenuhi target PAD,” ujarnya.
Ditambahkan Agus, untuk PAD sektor pariwisata di tahun 2026 ini sama seperti tahun 2025 yang lalu yaitu sebesar Rp 70 juta dibagi untuk Objek wisata Air Putih sebesar Rp 50 juta, Danau Picung rp 15 juta dan pulau harapan Rp 5 juta.
“Tidak ada perubahan baik target PAD maupun besaran tang harus dibayar pengelola,” tuturnya.
Pastinya ucap Agus, dengan digantinya pengelola objek wisata, diharapkan pengelola yang baru bisa memenuhi target dan bisa mengelola objek wisata lebih baik lagi dari sebelumnya, agar para wisatawan bisa betah dan kembali lagi untuk berkunjung.
“Kita sudah kontrak selama 5 tahun dan berharap pengelola bisa mempercantik sapras,” tutupnya.(erik)