Jurnalis Bengkulu Main Saham
RIO/BE Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Sekolah Pasar Modal yang diikuti puluhan wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Senin 2 Februari 2026.--
Harianbengkuluekspress.id - Profesi jurnalis yang selama ini kerap meliput isu ekonomi kini tidak lagi sekadar menjadi penonton. Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Bengkulu memperkuat sinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal bertajuk Merdeka Finansial Melalui Pasar Modal.
Dalam kegiatan edukatif tersebut, puluhan jurnalis dari berbagai media tidak hanya dibekali teori, tetapi juga langsung dipandu untuk mempraktikkan investasi saham. Sebagai stimulus awal, para jurnalis diberikan modal sebesar Rp50 ribu untuk membeli saham perdana melalui perusahaan pasar modal.
Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para peserta dibimbing secara intensif oleh tim BEI, mulai dari proses pembukaan akun, pengisian rekening dana nasabah, hingga tata cara pembelian saham. Para jurnalis juga diarahkan memilih saham dengan profil risiko rendah sebagai langkah awal pembelajaran yang aman.
BACA JUGA:DPRD Kota Bengkulu Gaspol PAD Via Pansus
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Nala 2026 di Bengkulu Dimulai
“Kalau biasanya kami hanya melihat pasar modal dari sisi liputan, sekarang bisa merasakan langsung bagaimana berinvestasi di pasar saham,” ujar Rio Susanto, jurnalis Bengkulu Ekspress, saat mengikuti Sekolah Pasar Modal di Kantor BEI Bengkulu, Senin (2/2/2026).
Kepala BEI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Marina Rasyada, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola keuangan. Menurutnya, investasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga nilai aset di tengah ancaman inflasi.
“Ada musuh yang tidak terlihat, salah satunya inflasi. Tanpa investasi, nilai uang akan terus tergerus. Melalui investasi jangka panjang, kita bisa mengalahkan inflasi dan membuat uang bekerja untuk kita,” jelas Marina.
Ia menambahkan, kesadaran finansial perlu dibangun sejak dini agar masyarakat tidak terjebak dalam kesulitan ekonomi di masa depan. Investasi menjadi pilar penting dalam perencanaan keuangan untuk memitigasi berbagai risiko kehidupan, mulai dari sakit kritis, meninggal di usia produktif, hingga menghadapi krisis ekonomi global.
“Maka pilihannya harus investasi,” ujarnya.
Marina juga membandingkan investasi saham dengan instrumen konvensional, seperti emas, tanah, atau perkebunan. Meski aset fisik memiliki nilai, namun sering terkendala masalah likuiditas atau kemudahan pencairan.
“Keunggulan pasar modal adalah likuiditasnya. Saham relatif mudah diperjualbelikan dibandingkan aset fisik seperti tanah atau kebun,” katanya.
Meski demikian, Marina mengingatkan masyarakat agar berinvestasi melalui jalur resmi dan legal, yakni melalui bursa efek, guna menghindari penipuan dan praktik investasi bodong.
“Investasi saham harus melalui bursa efek sebagai sarana resmi dan legal,” tegasnya.