DLH Kepahiang Kekurangan Armada
Armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepahiang dalam kondisi rusak berat. -Doni/BE-
Harianbengkuluekspress.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepahiang saat ini tengah menghadapi kendala serius dalam menangani persoalan sampah di wilayah tersebut. Keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi alasan utama di balik potensi keterlambatan pengambilan dan penumpukan sampah di beberapa titik. Hingga sempat mencuat kepermukaan beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Kabupaten Kepahiang, Tris Wahyudi mengungkapkan, bahwa kondisi armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini sebagian besar sudah berusia tua. Beberapa unit bahkan sering mengalami kerusakan, sehingga proses distribusi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sering terhambat.
"Armada kita sudah banyak yang berusia tua, ada yang sudah lebih dari 10 tahun. Yang paling baru itu pengadaan tahun 2022. Karena faktor usia, kendaraan ini sering masuk bengkel, padahal pemeliharaan terus kita lakukan secara rutin,” jelas Kepala DLH Kepahiang Dra Sumi Pitriani MSi, melalui Kabid Kebersihan Tris Wahyudi MSi
BACA JUGA:Hindari Razia, Sejumlah Pengendara Nekat Lawan Arus Saat Operasi Keselamatan Nala 2026 di Mukomuko
BACA JUGA:Presensi Online Berbasis Lokasi Resmi Diterapkan, Disdikbud Mukomuko Perkuat Disiplin ASN
Saat ini, DLH Kepahiang hanya mengoperasikan total 9 unit armada, yang terdiri dari 6 unit Dump Truck
1 unit Amroll Truck (saat ini sedang dalam kondisi rusak), ?2 unit Mobil Carry ?1 unit Motor Roda Tiga. Tris menjelaskan bahwa volume sampah di Kabupaten Kepahiang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Jika sebelumnya, kebutuhan armada mungkin hanya berkisar 5-6 unit, namun saat ini jumlah tersebut sudah tidak lagi memadai.
“Kendalanya memang di sarana dan prasarana. Volume sampah terus bertambah, sementara jumlah armada tetap. Idealnya, untuk meng-cover seluruh rute yang ada, kita butuh tambahan setidaknya 3 unit armada baru. Bahkan, jika merujuk pada Master Plan kebersihan daerah, kebutuhan total kita seharusnya mencapai 20 unit,” tambahnya.
Guna menyiasati keterbatasan ini, pihak DLH terpaksa memaksimalkan armada yang ada dengan meningkatkan frekuensi pengangkutan. Satu truk bisa melakukan 2 hingga 3 kali pengangkutan dalam sehari. Namun, strategi ini membawa risiko lain, yakni mempercepat kerusakan mesin kendaraan karena beban kerja yang terlalu tinggi.
Tris berharap, adanya perhatian lebih terkait penambahan armada pengangkut sampah agar pelayanan kebersihan di Kabupaten Kepahiang dapat berjalan lebih optimal dan mencegah terjadinya penumpukan sampah di lingkungan masyarakat. (doni)