Harga Sawit di Bengkulu Menguat
RIO/BE Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan pada periode awal Februari 2026. --
Harianbengkuluekspress.id - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan pada awal Februari 2026. Jika pada awal tahun harga TBS sempat berada di angka Rp3.133 per kilogram, kini menguat Rp3.352,76 per kilogram.
Kepala Seksi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Yuhan Sahneri, mengatakan penetapan harga TBS terbaru dilakukan melalui rapat penetapan harga yang rutin digelar setiap bulan.
“Berdasarkan hasil rapat penetapan, harga TBS sawit pada awal Februari 2026 ditetapkan sebesar Rp3.352,76 per kilogram,” ujar Yuhan, Selasa (3/2/2026).
BACA JUGA:Cawang Lama Bangun Akses ke Lokasi Wisata
BACA JUGA:Satpol PP dan BPOM Perkuat Pengawasan Pangan
Ia menjelaskan, penetapan harga sawit dilakukan melalui mekanisme yang transparan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan perusahaan kelapa sawit, asosiasi petani, hingga instansi pemerintah terkait.
“Keterlibatan seluruh unsur ini penting untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan keadilan bagi semua pelaku usaha perkebunan, baik perusahaan maupun petani mandiri,” jelasnya.
Yuhan menegaskan, harga yang telah ditetapkan tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Provinsi Bengkulu. Ia mengingatkan agar tidak ada pabrik yang menetapkan harga di luar ketentuan yang telah disepakati bersama.
“Penetapan harga ini sudah kami sampaikan kepada seluruh pabrik sawit. Kami minta semua pihak mematuhi harga yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Meski harga TBS mengalami kenaikan, Yuhan tetap mengimbau para petani sawit untuk menjaga kualitas panen dengan memanen buah dalam kondisi matang sempurna. Menurutnya, kualitas buah sangat berpengaruh terhadap rendemen dan produktivitas minyak sawit mentah (CPO).
BACA JUGA:13 Kelurahan Ajukan Prioritas Musrenbang Kecamatan Teluk Segara Bengkulu
“Kami mengimbau petani memanen sawit yang benar-benar matang agar hasilnya optimal. Dengan kualitas yang baik, diharapkan harga jual di tingkat petani juga semakin membaik ke depan,” pungkasnya. (Eko Putra Membara)