Dikbud Usulkan 80 Sekolah Terima Program Revitalisasi
Kadis Dikbud Seluma, Munarwan Safu’i MPd--
Harianbengkuluekspress.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma mengusulkan sebanyak 80 sekolah untuk menerima program dana revitalisasi pada tahun anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, Munarwan Safu’i, mengatakan puluhan sekolah yang diusulkan tersebut berada di bawah naungan Dikbud Seluma dan dinilai membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan fisik baru.
“Total yang kita usulkan ada 80 sekolah untuk program revitalisasi tahun 2026,” terang Munarwan Safu’i, MPd.
Dirincikan, dari 80 sekolah yang diusulkan tersebut terdiri dari 40 Sekolah Dasar (SD), 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 25 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Seluma.
BACA JUGA:Siswi SMA di Bengkulu Dihajar Kakak Kelas, Alami Luka dan Trauma Berat
BACA JUGA:Lantik 4 Kasi, Kajari Kaur Tekankan Integritas
Menurut Munarwan, sekolah-sekolah tersebut sebelumnya diminta oleh pihak Kemendikbud untuk diusulkan sebagai calon penerima dana revitalisasi. Namun, setelah melalui tahapan verifikasi dan validasi administrasi, tidak seluruh sekolah dinyatakan memenuhi persyaratan.
Khusus untuk jenjang PAUD, dari 25 unit yang diusulkan, hanya 13 PAUD yang dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima bantuan dana revitalisasi.
“Sisanya, sebanyak 12 PAUD belum memenuhi persyaratan karena status lahannya belum dihibahkan secara resmi dari pemilik lahan kepada yayasan pengelola PAUD,” jelasnya.
Munarwan menegaskan, status kepemilikan lahan menjadi salah satu syarat utama dalam program revitalisasi sekolah. Hal ini penting untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari, mengingat dana yang digunakan bersumber dari anggaran negara atau APBN.
Dengan hasil verifikasi tersebut, total sekolah di Kabupaten Seluma yang memenuhi syarat sebagai calon penerima program revitalisasi tahun 2026 sebanyak 68 sekolah.
“Jadi total yang lolos verifikasi dan memenuhi syarat saat ini ada 68 sekolah, terdiri dari SD, SMP, dan PAUD,” kata Munarwan.
Ia berharap seluruh sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat tersebut dapat diakomodir sepenuhnya oleh Kemendikbud, sehingga pelaksanaan rehabilitasi maupun pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dapat direalisasikan pada 2026 mendatang.
“Kita berharap ke-68 sekolah ini semuanya bisa disetujui. Dengan begitu, rehab bangunan, penambahan ruang kelas, maupun pembangunan fasilitas pendukung lainnya bisa dilaksanakan pada 2026,” ujarnya.