Harian Bengkulu Ekspress

Desa Simpang Pino Butuh Internet Desa

RENALD/BE Ahmad Budiman--

Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Simpang Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, kini menghadapi kendala serius dalam pelayanan administrasi akibat terhentinya akses internet desa. Jaringan yang sebelumnya menggunakan layanan Iconnet resmi diputus sejak Januari 2026 karena keterbatasan anggaran desa.

Pemutusan kontrak dilakukan lantaran biaya langganan internet mencapai Rp1,5 juta per bulan, angka yang dinilai cukup berat bagi keuangan desa. Akibatnya, aktivitas pemerintahan desa yang saat ini hampir seluruhnya berbasis digital menjadi terganggu.

Tanpa jaringan internet, berbagai pelayanan publik tidak bisa berjalan maksimal. Mulai dari penginputan data kependudukan, pengelolaan keuangan desa, pelaporan kegiatan, hingga komunikasi dengan pemerintah daerah menjadi terhambat.

Internet kini bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi, kecepatan pelayanan, dan akurasi data sangat bergantung pada ketersediaan jaringan yang stabil.

BACA JUGA:Lantik 4 Kasi, Kajari Kaur Tekankan Integritas

BACA JUGA:Pemprov Percepat Konektivitas Transportasi Kereta Api

Kepala Desa Simpang Pino, Ahmad Budiman, mengatakan terpaksa menghentikan kerja sama dengan Iconnet karena kemampuan anggaran desa tidak mencukupi untuk membayar biaya bulanan tersebut.

“Sejak Januari 2026 jaringan Iconnet sudah kami hentikan. Biayanya Rp1,5 juta per bulan, sementara kondisi anggaran desa tidak memungkinkan. Padahal internet ini sangat dibutuhkan untuk administrasi, pelayanan masyarakat, serta pelaporan ke pemerintah,” ujar Ahmad Budiman, 

Ia menjelaskan, selama ini internet digunakan hampir di seluruh aktivitas kantor desa, mulai dari pengurusan surat-menyurat, pengisian aplikasi sistem pemerintahan, hingga koordinasi lintas instansi.

“Ketiadaan internet membuat pekerjaan menjadi lambat. Banyak sistem sekarang online, kalau tidak ada jaringan, otomatis pelayanan juga ikut terhambat,” tambahnya.

Karena itu, Pemdes Simpang Pino berharap ada penyedia jasa internet yang bersedia menjalin kerja sama dengan harga yang lebih terjangkau sesuai kemampuan desa.

“Kami sangat berharap ada provider yang bisa masuk ke desa dengan biaya yang realistis. Internet desa ini penting, bukan hanya untuk pemerintah desa, tapi juga untuk mendukung kemajuan masyarakat,” pungkas Ahmad Budiman. (Renald)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan