Koperasi di Kaur di Data Ulang
IRUL/BE RAPAT: Kadis Disperindagkop Kaur saat menghadiri RAT Koperasi KKPN di Kecamatan Kaur Selatan, Rabu 11 Februari 2026.--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Kaur, akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh koperasi di wilayah Kaur. Langkah ini diambil karena hampir separuh koperasi yang terdaftar sudah tidak aktif beroperasi.
“Tahun ini kita akan melakukan pendataan ulang koperasi di Kaur ini, ini untuk melihat koperasi mana saja yang masih aktif dan tidak aktif,” kata Kepala Disperindagkop Kaur, Dyki Marianto SSi MAp, Kamis 12 Februari 2026.
Dikatakan Dyki, dimana berdasarkan data yang dimiliki, jumlah koperasi di Kabupaten Kaur saat ini tercatat ada sekitar 300 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 koperasi dalam kondisi aktif dan sisanya 285 koperasi tidak aktif lagi akibat berbagai sebab. Pendataan ulang ini bertujuan untuk mengidentifikasi koperasi yang masih memiliki potensi untuk diaktifkan kembali. Sebab koperasi yang berpeluang berkembang akan didorong agar bisa kembali beroperasi, sementara koperasi yang aktif akan mendapat dukungan pengembangan usaha dan permodalan.
“Untuk koperasi yang benar-benar sudah tidak beroperasi dan mati suri, pemerintah daerah berencana melakukan pembubaran agar tidak menjadi beban administrasi nantinya,” terangnya.
BACA JUGA:Cegah Banjir, Pemdes Kepala Pasar Gelar Goro
BACA JUGA:Dikucur Rp230 Miliar, Status Pelabuhan Linau Kaur Naik
Ditambahkannya, banyaknya koperasi mati suri itu, disebabkan oleh beberapa faktor. Selain terkendala permodalan usaha juga banyak pengurusnya yang sudah tidak aktif lagi dalam bidang koperasi dan beralih ke bidang usaha lainnya sehingga manajemen koperasi tidak berjalan dengan baik. Juga kurangnya modal atau modal macet dengan anggota dan lainnya.
“Untuk ciri koperasi tidak aktif yaitu tidak menjalankan kegiatan usaha dan tidak mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut. Nanti untuk koperasi yang benar mati itu rencana kami untuk melakukan pembubaran supaya tidak menjadi beban,” tandasnya.(Irul)