Harian Bengkulu Ekspress

Pengunjung Perpusda Kepahiang Hanya 20 Orang per Hari

Doni/BE Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang--

Harianbengkuluekspress.id – Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kepahiang yang dibangun dengan anggaran Rp 10 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik kini justru sepi peminat. Minat baca masyarakat dinilai masih rendah, meski fasilitas gedung terbilang representatif.

Sejak mulai ditempati pada akhir Januari 2024, rata-rata kunjungan harian hanya sekitar 20 orang. Angka ini jauh dari harapan jika dibandingkan dengan besarnya anggaran pembangunan dan kelengkapan sarana yang tersedia.

Pantauan di lapangan, suasana gedung tampak lengang terutama pada jam kerja. Kursi dan meja baca yang tertata rapi lebih sering kosong tanpa aktivitas pengunjung.

BACA JUGA:Madapi Rejang Lebong Bersolek, TNKS Siapkan Fasilitas Wisata dan Edukasi

BACA JUGA:Usai Laka MD, Satlantas Polres Seluma Tambal Jalan Berlubang

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kepahiang, Zikrullah MPd, mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan menjadi tantangan tersendiri.

“Kunjungan harian memang masih minim, rata-rata 20 orang. Saat ini angka kunjungan masih sangat bergantung pada rombongan sekolah yang membawa siswa belajar ke sini,” ujar Zikrullah saat diwawancara BE.

Ia menjelaskan, perubahan pola baca masyarakat yang beralih ke media digital atau gawai menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, keterbatasan koleksi buku terbaru dan relevan juga menjadi kendala.

“Koleksi buku mutakhir masih terbatas, ditambah lagi keterbatasan SDM untuk menciptakan program literasi rutin. Namun kami tetap berupaya agar gedung ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Kaur jadi Tujuan Perdana Safari Ramadan Gubernur

Secara kuantitas, Perpusda Kepahiang memiliki 14.804 eksemplar buku. Koleksi tersebut mencakup buku akademik hingga kitab Islam seperti Al-Qur’an Hadis, fikih, akidah, dan sejarah Islam.
Kabid Pelayanan Perpusda Kepahiang, Sadikin Yusuf SPd, menambahkan pihaknya terus menyiapkan langkah strategis agar perpustakaan menjadi daya tarik semua kalangan.

“Perpustakaan ini adalah agen perubahan dan pembangunan. Kami ingin ke depan gedung ini bukan hanya berdiri megah secara fisik, tetapi benar-benar menjadi pusat ilmu pengetahuan yang hidup di Kepahiang,” pungkasnya. (Doni Parianata)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan