Harian Bengkulu Ekspress

Lapas Curup Intensifkan Pembinaan Keagamaan

Lapas Curup yang ada di Kelurahan Adirejo mengintensifkan pembinaan keagamaan bagi WBP selama bulan Ramadan.-Ary/BE-

Harianbengkuluekspress.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu mengintensifkan program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan mengatakan, rangkaian pembinaan yang dilaksanakan meliputi ibadah puasa, salat Tarawih berjamaah, hingga program tadarus Al Quran dengan target khatam pada akhir Ramadan.

"Kami menyediakan blok pesantren khusus agar WBP dapat melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di masjid lapas. Pelaksanaannya diatur secara bergilir, dua blok setiap hari, sehingga seluruh warga binaan mendapat kesempatan yang sama," sampai David.

BACA JUGA: Disparpora Lebong Tinjau Air Terjun Paliak

BACA JUGA: Pemdes Talang Pungguk dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

David menjelaskan, bagi warga binaan yang belum mendapatkan giliran shalat di masjid, tetap diimbau melaksanakan ibadah di kamar hunian masing-masing guna menjaga kekhusyukan dan keamanan.

Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, pihak lapas bersinergi dengan pihak eksternal seperti MUI dan Kementerian Agama (Kemenag) Rejang Lebong. Kolaborasi ini menghadirkan ustaz dan imam dari luar guna memberikan siraman rohani kepada lebih dari 600 WBP yang menghuni lapas tersebut.

"Kami mengundang ustaz dari luar untuk menjadi imam sekaligus penceramah. Kehadiran tokoh agama diharapkan mampu memberikan pencerahan mental bagi warga binaan," tambah David.

Dalam program literasi Al Quran, Lapas Curup juga menerapkan metode one day one juz. Program ini melibatkan petugas dan warga binaan dengan target menyelesaikan 30 juz Al Quran sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Terkait pelayanan kebutuhan dasar selama Ramadan, David menjelaskan adanya penyesuaian jadwal pembagian makan yang dialihkan pada waktu sahur dan berbuka puasa. Selain itu, pihaknya juga membuka layanan penitipan makanan dari keluarga WBP.

"Selama Ramadan, layanan penitipan makanan dibuka mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Ini bentuk pelayanan agar warga binaan tetap bisa merasakan masakan keluarga saat berbuka," ungkap David.

Meski terdapat tambahan layanan penitipan makanan, jadwal kunjungan atau besuk tetap berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku.

David berharap, melalui pendekatan spiritual selama Ramadan ini, para warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan refleksi diri yang positif, sehingga saat kembali ke masyarakat memiliki mentalitas yang lebih baik dan religius. (ari)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan