Plt Kadis Prindagkop dan UKM Lebong Diganti
Sertijab: Plt Kepala Disprindagkop dan UKM Lebong yang lama Yuswati SKM MAp ketika menyerahkan jabatan kepada Plt yang baru, Drs A Ghozali.-IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id – Sempat diprotes bawahan melalui surat pernyataan yang langsung ditujukan kepada Bupati Lebong, H Azhari SH MH, akhirnya Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprindagkop dan UKM) akhirnya diganti.
Sebelumnya Bupati Lebong H Azhari SH MH menunjuk Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebong, Yuswati SKM MAp merangkap 2 jabatan sebaga Plt Kadisprindagkop dan UKM. Akan tetapi karena dianggap memiliki sifat yang egosentris atau dipicu merasa dekat dengan Bupati Lebong, sehingga memicu risestensi yang kuat terhadap bawahan yang dapat menghambat berjalannya program kerja. Atas keluhan dan pernyataan sikap dari belasan pegawai di lingkup Disprindagkop dan UKM, akhirnya jabatan Plt Kepala Dinas yang dijabat oleh Yuswati SKM MAp digantikan dengan Drs A Ghozali yang mana dirinya juga menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kabupaten Lebong.
Dalam sampaiannya, Plt Kadisprindagkop dan UKM Kabupaten Lebong yang baru Drs A Ghozali membenarkan bahwa dirinya dipercaya oleh pimpinan untuk menjabat sebagai Plt Kadisprindagkop dan UKM dan berharap amanah yang diberikan bisa dilaksanakan dengan baik.
“Kepada seluruh pegawai, mari kita bekerjasama dalam menjalankan tugas dan pekerjaan yang ada,” sampainya, Selasa 10 Maret 2026.
BACA JUGA: BPBD Minta Warga Rejang Lebong Waspadai Cuaca Ekstrem
BACA JUGA:Tak Sesuai Beban Kerja, ASN PUPR Seluma Protes TPP Kecil
Lanjut Ghozali, sebenarnya untuk Surat Keputusan (SK) Terhitung Mulai Tnggal (TMT) menjabat sebagai Plt Kadis, pada tanggal 04 Maret 2026. Akan tetapi baru bisa dilaksanakan serah terima jabatan, karena Plt yang lama ada kendala atau urusan keluarga.
“Sertijab baru kita bisa laksanakan hari ini (kemarin), disaksikan langsung Asisten III Setda Lebong, bapak Hery Setiawan,” ucapnya.
Terpisah, salah seorang ASN di Disprindagkop dan UKM yang tidak ingin namanya disebutkan berharap dengan pemimpin baru, roda pemerintahan di Disprindagkop dan UKM Lebong bisa kembali berjalan dengan baik.
“Jujur sebelumnya kita bekerja merasa tidak nyaman,” jelasnya.
Ditambahkannya, seorang pemimpin itu seharusnya bisa menjadi panutan, merangkul bawahan serta tidak abai dengan kebutuhan terutama terkait oprasional kantor. Jangan sampai karena merasa kenal dengan pimpinan (Bupati), bukannya memberikan contoh yang baik maa sebaliknya.
“Dekat dengan pimpinan boleh, tapi harus bisa menjaga agar tidak merusak nama baik pimpinan (Bupati),” pesannya.(erik)