Warga Kepahiang Dalam Ancaman Penyakit
Kadinkes Kepahiang Tajri Fauzan --
Harianbengkuluekspress.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di bulan suci ramadan ini. Sebab sebagian besar masyarakat kerap tidak dapat mengontrol makanan dan minuman yang mereka konsumsi pada saat berbuka dan juga sahur.
Dengan konsumsi makanan yang tidak seimbang tersebut, Dinkes Kepahiang mengkhawatirkan ada sejumlah penyakit yang bisa saja menjangkit tubuh masyarakat. Salah satu penyakit yang bisa menyerang kesehatan pada saat ini diantaranya adalah tipus. Penyakit ini memang lumrah menjangkit masyarakat, namun tentu saja tidak dapat dianggap sepele.
"Tipus merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai di bulan suci ramadhan, dan menjelang lebaran ini. Memang biasa terjadi, namun meski begitu jangan dianggap sepele," ujar Kadinkes Kepahiang, Tajri.
BACA JUGA: 185 Polisil Amankan Mudik Lebaran di Rejang Lebong
BACA JUGA: Pemkab Rejang Lebong Upayakan Pencairan TPP dan THR ASN
Ia menjelaskan, tipus sendiri biasa dikenal sebagai demam tifoid, penyakit ini merupakan infeksi bakteri Salmonella typhi yang menular melalui makanan/minuman terkontaminasi, ditandai demam tinggi berpanjangan, sakit perut, dan diare/sembelit. Gejala muncul 1–3 minggu setelah terinfeksi, dengan demam yang meningkat secara bertahap hingga mencapai 39–40°C.
"Segera periksakan diri untuk pengobatan antibiotik guna mencegah komplikasi serius seperti perdarahan usus," sambungnya.
Dijelaskan Tajri, selain tipes ada beberapa penyakit lainnya seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan juga DBD. Sebab belakangan ini, cuaca yang tidak menentu pasti sangat disukai oleh nyamuk pembawa penyakit DBD. Debu-debu yang berterbangan, juga berpotensi menyebabkan ISPA. Penyakit ini adalah infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan atas (hidung, tenggorokan, sinus) hingga paru-paru, yang umum terjadi dan menular.
"Gejala utama meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. ISPA biasanya sembuh sendiri, namun memerlukan pengobatan gejala atau antibiotik (jika bakteri)," pungkasnya. (doni)