Baru 1 KDKMP di Benteng Tuntas 100 Persen
Kepala Disdagperinkop dan UKM Kabupaten Benteng, Gunawan R SE MM--
Harianbengkuluekspress.id - Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupatenn Bengkulu Tengah (Benteng) terus dikebut.
Dari seluruh gerai KDKMP yang telah dilakukan pengerjaan, terdapat 1 desa yang yang menuntaskan pembangunan gerai KDKMP 100 persen.
"Saat ini, yang telah selesai 100 persen baru di Desa Pondok Kelapa," ungkap Kepala Disdagperinkop dan UKM Kabupaten Benteng, Gunawan RS SE MM.
Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan, dari total 142 desa dan 1 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan se-Kabupaten Benteng, terdapat 63 KDKMP yang telah terdaftar di aplikasi Siskopdes. Namun, dari jumlah tersebut baru 41 KDKMP yang telah memulai pembangunan gerai.
"Dari 11 kecamatan, pembangunan gerai didominasi Kecamatan Pondok Kelapa. Dari 17 desa Kecamatan Pondok Kelapa, tersisa 3 desa yang belum memiliki lahan untuk gerai KDKMP," bebernya.
BACA JUGA: Kejari Pastikan Proyek Strategis di BU Berjalan Sesuai Aturan
BACA JUGA: Kejari Pastikan Proyek Strategis di BU Berjalan Sesuai Aturan
Terhadap gerai KDKMP yang telah tuntas 100 persen, Gunawan menegaskan, bahwa pihaknya sedang menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat terkait penyerahan gerai tersebut ke Disdagperinkop dan UKM Kabupaten Benteng sebelum akhirnya diserahkan ke Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
"Sesuai rencana, penyerahan gerai KDKMP ke Pemerintah Desa dilakukan usai lebaran Idul Fitri 1447 H," terangnya.
Selanjutnya, Gunawan menyebutkan, pengisian gerai KDKMP akan langsung dilakukan oleh Pemerintah Pusat.
Secara keseluruhan, pagu anggaran yang disiapkan berkisar Rp 3 miliar. Dengan rincian, Rp 1,1 miliar hingga Rp 1,2 miliar untuk pembangunan gedung dan sisanya digunakan untuk fasilitas kendaraan dan pengadaan produk untuk mengisi gerai KDKMP.
"KDKMP nanti akan dikelola oleh pengurus koperasi yang terdaftar di Kemenkumham. Untuk produk yang disediakan, disesuaikan dengan rencana bisnis saat Musdesus. Artinya, ada perbedaan di setiap desa. Namun, ada kecenderungan di usaha simpan pinjam dan pemenuhan kebutuhan pokok serta pengelolaan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat," tutup Gunawan.(bakti)