Program Beasiswa Sawit Kembali Dibuka
Arian Sosial--
Harianbengkuluekspress.id – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Seluma, khususnya yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit atau Beasiswa Sawit Tahun 2026 kembali akan dibuka.
Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkebunan pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM di sektor perkebunan kelapa sawit, mulai dari hulu hingga hilirisasi industri.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Seluma, Arian Sosial mengatakan, pendaftaran program Beasiswa Sawit Tahun 2026 diperkirakan akan dibuka pada April hingga Mei mendatang.
“Tahun ini program beasiswa sawit tetap ada dan akan segera dibuka. Perkiraan pendaftaran dibuka pada April sampai Mei,” terang Arian Sosial.
Arian menjelaskan, sasaran program ini diperuntukkan bagi anak pekebun kelapa sawit, pekerja atau karyawan perusahaan perkebunan sawit, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai penyuluh di sektor perkebunan.
BACA JUGA:Polres Lebong Siap Terima Titipan Kendaraan Pemudik
BACA JUGA:Stok BBM SPBU Tanjung Raman Aman Jelang Mudik Lebaran
Melalui program ini, peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan pemerintah dengan fokus pada bidang perkebunan dan industri kelapa sawit.
“Program ini merupakan komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul dan profesional di bidang perkebunan kelapa sawit, sekaligus mendukung penguatan sektor hilirisasi dan perindustrian sawit,” jelas Arian.
Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Seluma untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, mengingat peluang yang tersedia untuk program beasiswa ini cukup besar di tingkat nasional.
“Untuk kuota di Seluma kita masih menunggu. Namun secara nasional kuota yang disiapkan mencapai 4.000 orang,” ungkapnya.
Arian menambahkan, pada tahun 2025 lalu jumlah pendaftar asal Kabupaten Seluma masih tergolong rendah. Dari 15 orang yang mengikuti proses seleksi, delapan orang dinyatakan lulus hingga tahap akhir dan berhak menerima beasiswa.
“Harapan kami tahun ini jumlah pendaftar dari Seluma bisa meningkat dan yang lolos juga lebih banyak. Potensinya besar karena Seluma termasuk daerah penghasil sawit,” pungkas Arian. (Jefrianto)