Mudik Lebaran, Damkar Ingatkan Risiko Kebakaran, Waspadalah!
Kadis Damkar Kota Bengkulu, Yuliansyah-Medi/Bengkuluekspress.-
Harianbengkuluekspress.id - Memasuki arus mudik Lebaran, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di rumah kosong menjadi perhatian serius.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas mudik setiap perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berbanding lurus dengan potensi risiko kebakaran, terutama pada rumah yang ditinggal dalam waktu lama.
“Rumah yang kosong cukup lama sangat rentan, apalagi jika instalasi listrik atau peralatan tidak dicek sebelumnya,” ujar Yuliansyah, Selasa 17 Maret 2026.
BACA JUGA:Libur Idulfitri, Dukcapil Kota Bengkulu Pastikan Layanan Prioritas Berjalan
BACA JUGA:Ramadan 2026, Penerimaan Zakat di Provinsi Bengkulu Tembus Rp 1,06 Miliar
Ia menjelaskan, salah satu langkah sederhana namun krusial adalah memastikan seluruh perangkat elektronik telah dicabut dari sumber listrik. Hal ini penting untuk mencegah korsleting yang kerap menjadi penyebab utama kebakaran.
“Pastikan seluruh colokan listrik sudah dicabut sebelum berangkat mudik agar tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan,” kata Yuliansyah.
Selain listrik, aspek lain yang tak kalah penting adalah keamanan peralatan memasak. Kompor gas, khususnya LPG 3 kilogram, maupun alat masak berbasis listrik harus dipastikan dalam kondisi aman guna menghindari kebocoran atau pemicu api.
“Kebocoran gas juga berpotensi memicu kebakaran, terlebih jika tidak terdeteksi karena rumah dalam keadaan kosong,” tambahnya.
Berdasarkan data Damkar Kota Bengkulu, mayoritas kasus kebakaran masih didominasi oleh korsleting listrik. Kondisi ini umumnya terjadi akibat instalasi yang tidak sesuai standar atau beban daya yang berlebihan.
BACA JUGA:Polres Bengkulu Utara Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Anak Yatim Diajak Buka Puasa Bersama
BACA JUGA: Libur Nyepi dan Lebaran, Layanan SIM Polres Bengkulu Selatan Tutup Sementara
“Sekitar 70 hingga 80 persen kejadian kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik, biasanya karena kabel tidak mampu menahan beban,” jelasnya.