Genjot Potensi PAD, BKD Benteng Datangi Sejumlah Wisata
Kepala BKD Benteng, Tripuja Nugraha SSos MAP--
Harianbengkuluekspress.id - Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tidak menyurutkan langkah Tim Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk tetap bekerja.
Justru, momen libur Lebaran dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Benteng, Tripuja Nugraha SSos MAP mengatakan, tim dari Bidang Pendapatan BKD Benteng tetap turun ke lapangan guna melakukan uji petik terhadap sejumlah objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.
"Meskipun dalam suasana lebaran, itu bukan alasan bagi kami untuk tidak bekerja.
Tim tetap turun ke lapangan melakukan uji petik di beberapa objek wisata," kata Tripuja.
BACA JUGA: Dr Idham Kholid Resmi Jabat Kajari Mukomuko
BACA JUGA:Perampingan OPD Rejang Lebong Masuk Penyusunan Perbup
Ia menjelaskan, kegiatan uji petik ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung potensi pajak daerah yang dapat digali. Hasil dari uji petik tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan besaran pajak yang wajib dibayarkan oleh para wajib pajak kepada pemerintah daerah.
Sejumlah objek wisata yang menjadi sasaran uji petik. Diantaranya, wisata Kampoeng Durian, D’Lebar Fams dan Wahana Surya.
Dari lokasi tersebut, tim melakukan pemantauan terhadap berbagai jenis pajak, seperti Pajak Hiburan, Pajak Parkir, Pajak Restoran hingga Pajak Hotel.
"Khusus di Wahana Surya terdapat fasilitas penginapan dan restoran, sehingga dilakukan juga uji petik terhadap Pajak Hotel dan Restoran," jelasnya.
Tripuja mengatakan, langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Bupati dan Wakil Bupati Benteng yang menargetkan peningkatan PAD sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejak awal tahun, upaya jemput bola yang dilakukan tim di lapangan telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah potensi PAD yang sebelumnya belum tergarap kini mulai teridentifikasi dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
"Kami optimistis target peningkatan PAD dapat tercapai. Apalagi, pada Triwulan I ini beberapa sektor pajak sudah mulai menunjukkan capaian yang baik," bebernya.