Harian Bengkulu Ekspress

Korsleting Listrik Picu 25 Kebakaran

IST/BE Petugas Damkar Kota Bengkulu saat merespon cepat laporan kebakaran yang dialami warga. --

Harianbengkuluekspress.id – Kasus kebakaran di Kota Bengkulu sepanjang Januari hingga Maret 2026 masih didominasi persoalan klasik, instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat sedikitnya 25 kejadian kebakaran, yang sebagian besar dipicu korsleting di permukiman warga.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Kota Bengkulu, Lim Friadi, mengungkapkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan instalasi listrik menjadi faktor utama penyebab kebakaran.

“Penyebab utama masih didominasi instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Banyak ditemukan penggunaan kabel tidak layak, sambungan listrik yang tidak aman, serta instalasi lama yang tidak pernah diperiksa,” ujar Lim Friadi kepada BE, Minggu, 29 Maret 2026.

Selain kebakaran bangunan, Damkar juga mencatat kejadian kebakaran lahan yang masih kerap terjadi. Aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi pemicu utama, yang berpotensi merembet hingga ke kawasan permukiman.

“Kebakaran lahan ini umumnya karena pembakaran sampah. Kalau tidak diawasi, api bisa dengan cepat menyebar dan membahayakan rumah warga di sekitarnya,” tambahnya.

BACA JUGA:Dua Remaja Hanyut di Sungai Lubuk Langkap, Satu Selamat dan Satu Masih Dalam Pencarian

BACA JUGA: Tragis! 10 Orang Tersambar Petir di Pantai, 1 Meninggal Dunia, Ini Lokasinya

Tak hanya itu, Damkar Kota Bengkulu juga mencatat sebanyak 135 kegiatan penyelamatan dalam periode yang sama. Tingginya angka tersebut menunjukkan intensitas penanganan kejadian darurat di lapangan masih cukup tinggi.

“Data hingga Maret ada 25 kejadian kebakaran dan 135 kegiatan penyelamatan. Ini menunjukkan potensi risiko di masyarakat masih cukup tinggi,” jelas Lim.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, menggunakan peralatan berstandar, serta menghindari penggunaan sambungan listrik berlebihan.

BACA JUGA:Usai Mudik Lebaran, Suzuki Ingatkan Pentingnya Cek Kaki-Kaki Mobil

Lim juga menekankan pentingnya kebiasaan sederhana, seperti memastikan peralatan elektronik dalam kondisi mati saat rumah ditinggalkan.

“Jangan meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala saat rumah kosong. Hal-hal kecil seperti ini bisa mencegah terjadinya kebakaran,” tutupnya. (Medi Karya Saputra)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan