Harian Bengkulu Ekspress

Setop Pasung dan Kucilkan Pasien

ist/BE Asisten I Pemprov Bengkulu, Khairil Anwar mewakili Gubernur Bengkulu meninjau kondisi dan pelayanan RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, Senin 30 Maret 2026.--

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memberikan peringatan tegas, agar masyarakat menghentikan praktik pemasungan dan pengucilan terhadap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebab, dukungan dari keluarga dan lingkungan menjadi kunci utama agar pasien dapat kembali pulih dan berbaur di tengah masyarakat.

Asisten I Setdaprov Bengkulu Drs Khairil Anwar MSi menegaskan, stigma negatif dan tindakan mengisolasi pasien justru akan memperparah kondisi psikologis pasien.

"Jangan dikucilkan. Jika mereka dikucilkan, justru dapat membuat kondisi mereka kembali memburuk. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting agar pasien bisa pulih dan kembali diterima di masyarakat," tegas Khairil, usai meninjau Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, Senin 30 Maret 2026.

Jika ada pasien ODGJ, masyarakat tidak perlu ragu untuk membawa ke RSJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Sebab, menurut Khairil, pemprov telah melakukan peningkatan kualitas fasilitas rumah sakit. Mulai infrastruktur dan ruangan di RSJ saat ini sudah jauh lebih baik, bersih, nyaman, dan tertata dengan sangat rapi.

"Ruangan di sini sudah nyaman, bersih, dan tertata dengan baik. Bahkan, ada ruangan yang sudah ber-AC sehingga pasien merasa lebih nyaman. Jadi, masyarakat tidak perlu takut atau khawatir datang ke rumah sakit jiwa untuk membawa anggota keluarganya berobat," ungkap Khairil.

BACA JUGA:Strategi Pajak Helmi-Mian, Gebrakan Diskon Hingga Pemutihan Pajak Kendaraan

BACA JUGA:Sidang Pertambangan PT RSM Hadirkan Saksi Meringankan

Bahkan, menurut Khairil,  para tenaga kesehatan di RSJ akan tetap bersiaga dan bertugas seperti biasa, meskipun pada momen hari raya dan libur panjang. Ada sekitar 200 pasien yang saat ini sedang dirawat dengan berbagai tingkat kondisi. Semua diklaim mendapatkan hak sama atas kesehatan.

"Seluruh pasien mendapatkan penanganan yang baik dan komprehensif, mulai dari tahap terapi, perawatan harian, hingga persiapan pemulangan ke keluarga," ujar Khairil.

Sementara itu, Direktur RSKJ Soeprapto Herry Permana menegaskan, pasien dipastikan mendapatkan perawatan yang layak dan manusiawi sebelum dipulangkan kepada keluarga.

"Kami memastikan pasien sebelum dipulangkan sudah dalam kondisi rapi, sudah mandi, rambut disisir, keramas, dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Sejak dahulu, kami dianjurkan untuk memanusiakan manusia. Kini, pasien tidak lagi dipasung atau dikurung seperti dulu," pungkas Herry. (Eko)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan