BPBD Lebong Imbau Warga Waspada Bencana
ERICK/BE Gelap : Meskipun masih dising hari, terlihat langit Kabupaten Lebong yang gela karena diguyur hujan.--
Harianbengkuluekspress.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di musim penghujan.
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Lebong kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras, yang disertai angin. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Lebong melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rengki Anggara, mengatakan hujan terjadi hampir setiap hari, baik di sebagian wilayah maupun merata di seluruh kabupaten.
“Intensitasnya bervariasi, dari ringan hingga deras, dan sering disertai angin,” ujar Rengki Anggara saat dikonfirmasi BE.
BACA JUGA:Rekonstruksi Kematian Gita di Kabupaten Kepahiang, 14 Adegan Diperagakan
BACA JUGA:Dana Banpol Rejang Lebong Tunggu Audit BPK
Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di permukiman warga.
“Banyak rumah warga tergenang karena saluran air tersumbat sampah, sehingga air tidak mengalir dengan baik,” jelasnya.
Menurut Rengki, beberapa kejadian banjir sebelumnya juga dipicu oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan. Karena itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap lingkungan demi mencegah dampak yang lebih besar.
“Kami mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Ia menambahkan, Kabupaten Lebong memiliki banyak aliran sungai, sehingga potensi banjir akan semakin besar jika aliran air terganggu. Apalagi, sebagian permukiman warga berada di bantaran sungai.
BACA JUGA:Desa Seguring Bangun Gorong-gorong
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat hujan disertai angin kencang. Pengguna jalan diminta tidak berteduh di bawah pohon yang rapuh karena berisiko tumbang.
“Jangan sampai demi berteduh, justru mengabaikan keselamatan,” tutupnya. (Erick Voniker)