Dinkes Bengkulu Utara Tekankan Pencegahan DBD
Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi--
Harianbengkuluekspress.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan bahwa Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), dibandingkan dengan metode fogging yang selama ini kerap dilakukan di masyarakat.
Penegasan ini disampaikan seiring dengan menurunnya kasus DBD pada triwulan pertama tahun 2026. Berdasarkan data Dinkes, pada Januari tercatat 11 kasus, Februari 14 kasus, dan Maret 6 kasus. Angka ini jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 24 kasus pada Januari, 29 kasus Februari, dan 20 kasus pada Maret.
Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi menjelaskan, bahwa keberhasilan menekan angka kasus tidak lepas dari upaya pencegahan yang mulai ditingkatkan, khususnya melalui PSN.
“PSN merupakan langkah paling efektif dalam mencegah DBD, karena langsung memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit,” ujar Bintoro.
BACA JUGA: Mukomuko Matangkan Kesiapan Peserta MTQ
Ia menegaskan, fogging bukan lagi menjadi solusi utama dalam penanganan DBD. Selain hanya membunuh nyamuk dewasa, metode ini juga dinilai memiliki risiko terhadap kesehatan.
“Fogging tidak direkomendasikan dilakukan secara masif karena berisiko menyebabkan keracunan bagi masyarakat maupun petugas. Selain itu, fogging tidak menyentuh jentik nyamuk,” jelasnya.
Bintoro menambahkan, masih ditemukannya kasus DBD di Bengkulu Utara salah satunya disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan PSN secara rutin. Padahal, langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mengubur barang bekas terbukti efektif dalam mencegah berkembangnya nyamuk.
Selain itu, kasus DBD yang ada saat ini juga masih didominasi di wilayah Kecamatan Kota Arga Makmur, dengan sebagian besar pasien memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jika PSN dilakukan secara rutin minimal seminggu sekali, maka potensi penyebaran DBD bisa ditekan secara signifikan,” tukasanya
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak bergantung pada fogging sebagai solusi utama. Dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan kasus DBD di Bengkulu Utara dapat terus ditekan.(afrizal)