Cegah Risiko Kesehatan MBG
MEDI/BE Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati saat memberikan pelatihan kepada relawan MBG. --
Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kota Bengkulu memperketat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, benar-benar aman dan layak konsumsi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pelatihan keamanan pangan siap saji bagi relawan dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kebun Roos, Kecamatan Teluk Segara.
Kegiatan yang digelar di Hotel Extra, Selasa, 14 April 2026, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati. Pelatihan ini hasil kerja sama antara SPPG Kebun Roos dan Yayasan Garuda Nusantara Perkasa.
Dalam sambutannya, Nelli menegaskan dapur SPPG memegang peran penting dalam menyukseskan program nasional peningkatan gizi. Menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan makanan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas.
“Program ini upaya mencerdaskan anak bangsa melalui pemenuhan gizi yang baik. Karena itu, kualitas makanan harus benar-benar terjamin,” ujarnya.
BACA JUGA: BRI Curup Bantu Korban Banjir Lebong
BACA JUGA:Nama Warga Minimal Dua Kata, Disdukcapil Beberkan Aturan Baru Administrasi Kependudukan
Ia menegaskan, Pemkot Bengkulu berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat pengawasan ketat dan peningkatan kapasitas relawan.
“Kami mendukung penuh program ini karena berdampak langsung pada peningkatan status gizi anak-anak di daerah,” tambahnya.
Namun demikian, Nelli mengingatkan keberhasilan program sangat bergantung pada kedisiplinan dalam menerapkan standar operasional prosedur, terutama dalam proses pengolahan makanan.
“Jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah. SOP harus dijalankan secara ketat, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga penyajian,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kasus di sejumlah daerah lain yang muncul akibat kelalaian dalam menjaga keamanan pangan. Hal itu, menurutnya, harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Kita tidak boleh lengah. Pastikan makanan tetap segar, higienis, dan aman saat didistribusikan kepada anak-anak,” katanya.
BACA JUGA: 4 CJH Lebong Siap Berangkat ke Tanah Suci
Sementara itu, perwakilan Yayasan Garuda Nusantara Perkasa, Andre Andrianto, menyebut pelatihan ini bertujuan menyamakan standar pemahaman relawan dalam menjaga kualitas makanan.
“Kami ingin semua relawan memiliki standar yang sama dalam pengolahan makanan sehat dan aman, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan profesionalisme relawan dapur SPPG semakin meningkat, sehingga pelaksanaan Program MBG di Kota Bengkulu dapat berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan. (Medi Karya Saputra)