Curah Hujan Tinggi, PT SSL Diduga Buang Limbah Malam Hari
Curah Hujan Tinggi, PT SSL Diduga Buang Limbah Malam Hari-Jefri/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Banyaknya keluhan warga desa penyangga atas udara tidak sedap dari perusahaan PT Seluma Sawit Lestari(SSL) di Dusun Napalan, Kecamatan Sukaraja, Kembali mencuat.
Pasalnya, dugaan pengelolaan limbah sengaja di buang sejumlah Instalasi Pengelolaan Air Limbah(IPAL) dikala curah hujan yang tinggi.
Pembuangan ke anak sungai ini diduga dilakukan pada malam hari, bertepatan pula aliran sungai yang berdampingan dengan rumah penduduk.
Salah Seorang warga Sukaraja enggan di tulis namanya mengutarakan jika aroma tidak sedap yang terjadi akhir akhir ini diduga kuat sengaja dilakukan oleh manajemen PT SSL tersebut. Mengingat aroma tidak sedap juga kerap timbul dikala setelah seharian hujan turun.
“Akhir akhir ini aroma tidak sedap kami terima selaku warga desa penyangga ini, Ditambah lagi desas desusnya limbah sengaja di buang ke aliran anak sungai yang ada di padang pelawi,”sampainya sembari meminta namanya untuk tidak di tulis.
Disampaikan, Bukan dirinya saja, aroma tidak sedap yang timbul juga dirasakan oleh masyarakat di enam desa penyangga meliputi Desa Tang Sebaris, Kelurahan Sukaraja, Desa Lubuk Sahung.
Desa Talang Benuang, Desa Sukamaju, Desa Taba Lubuk Puding. Aroma tidak sedap ini sudah di rasakan jauh sebelum dugaan pembuangan limbah ke aliran anak sungai yang berada persis di belakang PT SSL ini.
“Tahun 2025 aksi protes sudah dilakukan terhadap aroma limbah ini. Namun tidak berkesudahan, ironisnya terbaru dugaan pembuangan limbang dengan sengaja justru dilakukan,”keluhnya.
Menurutnya, hal ini jika tetap di biarkan maka tidak menutup kemungkinan aksi serupa akan terulang. Berupa aksi demo ataupun penolakan terhadap PT SSL ini.
“Kami juga kawatir dengan kondisi seperti ini, jika di diamkan maka akan dampaknya semakin membahayatan dan di satu sisi intimidasi dari perusahaan juga terjadi,”sampainya.
BACA JUGA:Baru 27 Desa Cairkan DD dan ADD, BKD Minta Desa Segera Ajukan
BACA JUGA: Keluhkan Jalan, Kades Minta Diprioritaskan Pemerintah Pusat