Harian Bengkulu Ekspress

17 SPPG MBG di Benteng Tahap Persiapan

Rakor MBG: Pemda Benteng menggelar Rakor bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) guna menyelaraskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026- IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id  - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar rapat koordinasi bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) guna menyelaraskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026, di ruang rapat Bupati, Kamis, 16 April 2026.

Rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.7/1218/SJ yang mengatur peran pemerintah daerah dalam tata kelola program makan bergizi gratis.

Rakur dihadiri oleh Bupati Benteng, Drs Rachmat Riyanto ST MAP, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Koordinator BGN wilayah Kabupaten Benteng serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Jumlah penerima manfaat yang terlayani masih sekitar 18 ribu orang dari total target sebanyak 36 ribu penerima di Kabupaten Benteng," kata Bupati.

BACA JUGA: Pansel JPTP di Benteng Tetapkan Peserta yang Lulus Seleksi Administrasi

BACA JUGA: 100 Persen ASN Ditargetkan Ber-KTP Benteng

Menurutnya, melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh aspek pelaksanaan, mulai dari perencanaan program, perizinan hingga pengawasan dapat berjalan selaras sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, target penerima manfaat ke depan dapat terpenuhi secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Disisi lain, Koordinator BGN wilayah Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mempercepat implementasi program MBG.

Ia menjelaskan, saat ini telah terdapat 7 SPPG aglomerasi yang beroperasi di Kabupaten Benteng. Sedangkan,  17 SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan.

Secara keseluruhan, direncanakan akan dibangun sebanyak 25 unit dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.

SPPG aglomerasi sendiri merupakan unit layanan Badan Gizi Nasional yang beroperasi di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi, dengan kapasitas pelayanan minimal 1.000 penerima manfaat di setiap lokasi.

"Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam menyatukan persepsi antara pemerintah daerah dan BGN. Dengan kolaborasi yang kuat, program MBG tidak hanya mampu meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui pelibatan pelaku UMKM," tutup Roni.(bakti)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan