Bantuan Nelayan di Mukomuko Ditunda
Kantor Dinas Perikanan Mukomuko, pihaknya terpaksa menunda pembelian sarana dan prasarana untuk nelayan.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko di tahun 2026 ini berencana membeli peralatan yang akan diperuntukan kelompok nelayan. Namun informasinya rencana tersebut tertunda.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Warsiman mengaku, untuk pengadaan sarana dan prasarana bagi nelayan di daerah ini berkemungkinan besar ditunda.
“Rencana awal akan dibelikan mesin tempel dan sejumlah alat tangkap,kemungkinan besar dilakukan penundaan,”katanya.
BACA JUGA: Enam Calon Paskibraka Bengkulu Utara Lolos ke Provinsi
BACA JUGA: Pemda Benteng Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi
Menurutnya, penundaan pembelian tersebut disebabkan kenaikan harga yang signifikan. Sedangkan alokasi anggaran yang disiapkan tidak lagi mencukupi untuk memenuhi target pembelian sesuai perencanaan awal. Harga mesin tempel di pasaran saat ini mengalami kenaikan lebih dari 30 persen. Tahun sebelumnya harga per unit masih berkisar Rp 28 juta, kini mencapai Rp 40 juta per unit. Kenaikan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan survei harga ke sejumlah penyedia.
“Harga yang tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masih menggunakan acuan lama. Kondisi ini membuat nilai anggaran yang disiapkan tidak relevan dengan harga riil di lapangan saat ini,” bebernya.
Menurutnya, jika ke depan ada penambahan anggaran, pengadaan mesin tempel tetap akan dilaksanakan sesuai jumlah yang telah direncanakan. Jika tidak ada penyesuaian anggaran, maka jumlah unit yang dibeli dikurangi.
”Yang jelas akan dilakukan terlebih dahulu penyesuaian. Jika anggaran tetap sekitar Rp 715 juta, jumlah unit pasti berkurang. Kalau ada penambahan, baru bisa disesuaikan dengan jumlah target awal,” jelasnya.
Diketahui tahun 2026, Dinas Perikanan Mukomuko mengalokasikan anggaran selain untuk pengadaan sarana dan prasarana penangkapan ikan bagi nelayan seperti perahu anggaran Rp 90 juta,jaring Rp 48 juta dan meisn tempel dengan anggaran Rp 715 juta . Anggaran tersebut untuk pembelian mesin tempel, pengadaan jaring dan perahu.(budi)