Harian Bengkulu Ekspress

Heboh! QR Code BBM Subsidi Diblokir, Berikut Penjelasan Pertamina

harga Pertamax akan turun di Indonesia-RIO/BE -

Harianbengkuluekspress.id - Sejak 19 April 2026, warga di Provinsi Bengkulu mulai mengeluhkan tidak bisa digunakannya QR Code aplikasi MyPertamina untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar. 

Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mengakses BBM subsidi.

Keluhan warga itu, terutama terjadi pada pengguna BBM jenis Biosolar. QR Code yang sebelumnya aktif tiba-tiba tidak dapat dipindai saat pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Situasi ini menimbulkan kebingungan. Tidak hanya sopir angkutan dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk operasional sehari-hari, tapi juga pemilik mobil diesel tahun tua, seperti Toyota Fortuner, Hilux, Pajero Sport, Strada Triton, dan sejenisnya. 

Merespons hal tersebut, Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar menjelaskan, gangguan tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan sistem. Melainkan bagian dari proses pendataan ulang yang sedang dilakukan oleh Pertamina.

"Untuk pengisian BBM jenis Bio Solar, memang saat ini  kami sedang melakukan pendataan ulang. Tujuannya untuk memastikan QR Code MyPertamina benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak," terang Farid, Selasa, 21 April 2026.

Dijelaskannya, pendataan ulang ulang itu dilakukan karena  maraknya penyalahgunaan QR Code MyPertamina. Dalam praktiknya, ditemukan berbagai modus, mulai dari QR Code yang diperjualbelikan. Kemudian, digunakan berkali-kali secara tidak wajar untuk mendapatkan BBM subsidi dalam jumlah besar. Termasuk masih ditemukan ada akun QR Code yang lama tidak digunakan. 

"QR Code ini seharusnya hanya digunakan untuk kendaraan yang berhak, terutama kendaraan umum. Namun masih ditemukan tidak sesuai ketentuan," bebernya.

Farid mengatakan, sebagai bagian dari penertiban, Pertamina melakukan verifikasi ulang data pengguna. Proses ini meliputi pencocokan nomor polisi kendaraan, jenis kendaraan, hingga keabsahan kendaraan yang didaftarkan dalam sistem MyPertamina.

"Jadi sekarang masih kita lakukan pendataan ulang," tutur Farid.

Untuk masyarakat yang terdampak, Farid menegaskan, Pertamina telah membuka layanan aktivasi ulang. 

Warga dapat mendatangi Fuel Terminal Pertamina Pulau Baai Bengkulu untuk melakukan verifikasi dan pengaktifan kembali QR Code dengan membawa data kendaraan yang valid.

"Nanti petugas akan membantu proses aktivasi ulang. Sekaligus masyarakat juga bisa berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana membuka posko layanan QR Code MyPertamina di sejumlah titik. Tujuannya, untuk mempermudah masyarakat yang mengalami kesulitan akses BBM subsidi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan