Progres Pembangunan SR Kaur Capai 28 Persen, Target Rampung Agustus 2026
IRUL/BE PANTAU: Wabup Kaur bersama OPD terkait saat memantau proses pembangunan SR di Desa Kasuk Baru Kecamatan Tetap.--
Harianbengkuluekspress.id - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kaur kini telah mencapai progres 28 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026. Meski konstruksi fisik masih berjalan, pemerintah daerah memastikan penerimaan siswa baru akan mulai dibuka pada Juni 2026 mendatang untuk mempercepat akses pendidikan bagi keluarga rentan.
“Untuk proses pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cucupan Kecamatan Tetap sudah mencapai angka sekitar 28 persen,” kata Humas SR Bengkulu-Kaur, Yohan Iskandar, Kamis 23 April 2026.
Dikatakan Yohan, dimana secara visual struktur dasar dan pondasi bangunan utama kini sudah mulai tampak rampung. Pondasi yang kokoh ini diproyeksikan menjadi cikal bakal sebuah bangunan megah yang nantinya berfungsi sebagai pusat menuntut ilmu bagi anak-anak di wilayah Kabupaten Kaur agar mendapatkan standar pendidikan yang lebih baik. Pihak pengelola menargetkan seluruh proses konstruksi selesai sepenuhnya pada bulan Agustus mendatang.
“SR di Bengkulu ini ada dua lokasi, lokasi pertama berada di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, sedangkan lokasi kedua terletak di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur,” terangnya.
BACA JUGA:Pinjaman ke BJB Mendesak, Pemprov Bengkulu Ajukan Rp 1,5 Triliun, Begini Penjelasan Gubernur
BACA JUGA:Pemkab Bahas Anggaran Media, Siapkan UKW untuk Wartawan
Ditambahkannya, proyek strategis ini dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk langsung oleh Kementerian PUPR. Kerja sama ini melibatkan anggaran besar senilai Rp 502 miliar yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur pendidikan di kedua titik lokasi tersebut secara simultan. Nantinya, Sekolah Rakyat ini tidak hanya terdiri dari ruang kelas biasa, melainkan sebuah ekosistem belajar yang lengkap.
“Untuk fasilitas yang disiapkan mencakup gedung serbaguna, asrama untuk guru dan siswa, rumah ibadah, lapangan olahraga, hingga sistem pengolahan air untuk mendukung kenyamanan penghuninya,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi SSos MAP sebelumnya menyampaikan jika program ini merupakan hasil usulan daerah ke tingkat pusat. Ia telah menginstruksikan jajaran OPD terkait untuk mengawal proses penerimaan siswa agar berjalan lancar selaras dengan target penyelesaian gedung. Dimana tujuan utama dari pembangunan ini adalah untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga rentan.
“Tentunya dengan adanya fasilitas yang mumpuni, diharapkan lahir generasi baru yang mampu membawa perubahan positif serta meningkatkan taraf hidup keluarga dan kemajuan daerah asalnya. Juga kedepan tidak ada lagi anak yang yang putus sekolah,” tandasnya. (Irul)