Harian Bengkulu Ekspress

Overkapasitas, Pasar Panorama Perlu Dibangun Ulang

Revitalisasi Pasar Panorama kini memasuki babak baru, Pemkot Bengkulu tidak hanya menunggu kepastian dukungan anggaran dari pemerintah pusat, tetapi juga mulai melirik keterlibatan investor sebagai alternatif percepatan pembangunan.-Rio/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Revitalisasi Pasar Panorama kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bengkulu tidak hanya menunggu kepastian dukungan anggaran dari pemerintah pusat, tetapi juga mulai melirik keterlibatan investor sebagai alternatif percepatan pembangunan.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengakui bahwa kebutuhan penataan pasar sudah semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah pedagang yang tidak lagi tertampung di dalam gedung utama. Kondisi ini berdampak pada melubernya aktivitas perdagangan hingga ke badan jalan.

“Kita tidak bisa hanya menunggu. Selain mengusulkan ke pusat melalui skema Pasar Inpres, kami juga membuka peluang bagi investor untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Pasar Panorama,” ujar Dedy.

BACA JUGA:Inflasi 2,6 Persen, Pemkot Bengkulu Tetap Waspada

BACA JUGA:Warga Keluhkan Tumpukan Sampah, TPS Liar Ditertibkan

Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan anggaran sekaligus mempercepat realisasi proyek revitalisasi. Skema kerja sama yang ditawarkan pun disebut akan tetap mengedepankan kepentingan pedagang lokal.

“Prinsipnya, investor boleh masuk, tapi tidak boleh menggeser kepentingan ekonomi masyarakat kecil. Justru harus memperkuat,” tegasnya.

Selama ini, Pasar Panorama dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Kota Bengkulu. Namun, seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan, kapasitas pasar dinilai tidak lagi memadai. Akibatnya, penataan kawasan menjadi sulit dilakukan secara optimal.

Dedy juga menilai bahwa pendekatan penertiban semata tidak akan efektif tanpa diiringi dengan penambahan kapasitas dan pembenahan infrastruktur pasar.

“Kalau ruangnya tidak ditambah, penertiban hanya akan jadi solusi sementara. Pedagang tetap butuh tempat untuk berjualan,” jelasnya.

Sejumlah pedagang menyambut wacana keterlibatan investor dengan harapan adanya perubahan nyata, terutama dalam penyediaan fasilitas yang lebih layak dan tertata.

“Yang penting kami tetap diberi ruang. Kalau pasar jadi lebih bagus dan tertib, tentu pembeli juga lebih nyaman,” kata salah satu pedagang.

BACA JUGA:Ajak Pedagang Naik Kelas, BSI Perkuat Transformasi Digital Lewat QRIS Soundbox

BACA JUGA:Bupati Arie Dorong Komunikasi Terbuka, Ajak Mahasiswa Terlibat Bangun Daerah

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan