Harian Bengkulu Ekspress

Sapi Jumbo 1,1 Ton Asal Mukomuko Diusulkan ke Istana

ilustrasi kurban sapi secara patungan kerap dilakukan dan kerap diperdebatkan -Istimewa/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id – Pemprov Bengkulu mengusulkan sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Idul Adha 1447 Hijriah dengan bobot jumbo lebih dari 1,1 ton. Sapi asal Kabupaten Mukomuko itu menjadi kandidat utama tingkat provinsi dalam program bantuan kemasyarakatan Presiden untuk diusulkan ke istana negara.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bengkulu, Abdul Hadi, mengatakan sapi yang diusulkan berjenis simental dengan bobot mencapai 1.148 kilogram.

“Untuk tingkat provinsi, kita usulkan sapi simental dengan bobot 1.148 kilogram dari Mukomuko,” ujar Abdul Hadi kepada BE, Rabu, 6 Mei 2026.

BACA JUGA:HUT ke-75 Persaja, Kajari BS Tekankan Integritas dan Penegakan Hukum Humanis

BACA JUGA:Bantah Terima Aliran Dana, 4 Terdakwa Korupsi Lahan Tol Bengkulu Minta Keadilan

Jika lolos verifikasi, sapi bantuan Presiden tersebut akan diserahkan kepada pengurus masjid dan disembelih di Masjid Al Ansor, Jalan Depati Payung Negara, Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu, sebagai lokasi kurban tingkat provinsi.

“Rencananya disembelih di Masjid Al Ansor,” tambahnya.

Selain tingkat provinsi, usulan bantuan juga mencakup seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Kabupaten Lebong yang sebelumnya belum memenuhi kriteria kini dipastikan tetap mendapat alokasi setelah dilakukan penyesuaian pasokan.

“Kita ambil sapi dari Kota Bengkulu untuk disalurkan ke Lebong agar semua daerah tetap terakomodasi,” jelas Abdul.

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil agar seluruh wilayah di Bengkulu dapat merasakan manfaat program bantuan sapi kurban Presiden pada Idul Adha mendatang.

Untuk kabupaten dan kota, Disnakeswan mengusulkan sapi jenis limosin, simental, dan brangus dengan bobot rata-rata 820 hingga 850 kilogram.

BACA JUGA:Gugatan ke Mahkamah Partai Golkar Ditolak, Sumardi Kembali Gugat ke Pengadilan

Meski usulan telah diajukan, penetapan akhir masih menunggu verifikasi tim Sekretariat Presiden. Dalam waktu sekitar dua pekan ke depan, tim dari Istana dijadwalkan turun langsung ke Bengkulu.

“Tim akan mengecek kesehatan, bobot, dan kelayakan sapi di lapangan. Hasil verifikasi akan menentukan penetapan akhir,” tutupnya. (Eko Putra Membara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan