Cadangan Beras di Benteng 10,5 Ton
Cadangan Beras : Pemda Benteng menggelar rapat bersama Forkopimda membawas tentang cadangan beras pemerintah-Ist/BE-
Harianbengkuluekspress.id- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan daerah dengan mengalokasikan anggaran khusus bagi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Saat ini, sebanyak 10,5 ton beras telah disiapkan dan dititipkan di gudang Bulog sebagai stok cadangan daerah.
Selanjutnya, Pemda Benteng juga akan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi cadangan pangan tersebut melalui rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dijadwalkan setiap bulan.
"Cadangan beras ini menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, setiap bulan akan dilakukan evaluasi bersama Forkopimda,” ungkap Bupati Benteng, Drs Rachmat Riyanto ST MAP.
Bupati menjelaskan, penggunaan cadangan beras pemerintah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyalurannya harus melalui mekanisme tertentu serta persetujuan Forkopimda.
Tentunya dengan mempertimbangkan kondisi yang terjadi di masyarakat.
Cadangan beras tersebut diprioritaskan untuk penanganan situasi darurat, seperti bencana alam, kebutuhan mendesak di desa-desa, hingga ketika inflasi mulai mengalami peningkatan yang berdampak pada harga pangan di pasaran.
"Ada syarat dan kriteria yang sudah ditetapkan. Beras ini akan disalurkan apabila terjadi bencana, ada kebutuhan khusus masyarakat desa atau saat inflasi mulai tinggi. Bahkan tadi juga sudah dibahas batas inflasi yang menjadi acuan penyaluran bantuan beras kepada masyarakat," jelasnya.
BACA JUGA: Jika Anggaran Disetujui, Pelayanan Adminduk Keliling di Mukomuko Kembali Dijalankan
BACA JUGA: Intimidasi Wartawan, Kadis PMD Kepahiang Diperiksa Polisi
Sementara itu, terkait pola distribusi, Pemda Benteng masih akan melihat perkembangan situasi di lapangan. Penyaluran nantinya bisa dilakukan dalam bentuk bantuan sosial langsung kepada masyarakat maupun melalui operasi pasar untuk membantu menstabilkan harga beras.
"Ini menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat Bengkulu Tengah di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi serta potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Selain menjaga ketersediaan pangan, keberadaan cadangan beras pemerintah juga diharapkan mampu membantu menekan gejolak harga di pasaran," pungkas Rachmat.(bakti)