Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Libatkan 184 Petugas di BS
RENALD/BE Kepala BPS Bengkulu Selatan, M Fathan Romdhoni--
Harianbengkuluekspress.id – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya memotret kondisi perekonomian nasional hingga tingkat daerah. Kegiatan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan pelaksanaan sensus ekonomi setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran angka enam.
Sensus Ekonomi sendiri telah beberapa kali dilaksanakan sejak BPS berdiri, mulai tahun 1986, kemudian 1996, 2006, 2016 dan kembali digelar pada tahun 2026 ini.
Melalui sensus tersebut, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan dan struktur ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.
Berbagai jenis usaha akan menjadi sasaran pendataan, mulai dari petani, tukang pijat, pelaku UMKM, toko ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, industri rumah tangga, industri skala besar, sektor perbankan hingga para konten kreator. Seluruh aktivitas usaha nonpertanian akan dicatat guna mengetahui kondisi riil ekonomi masyarakat saat ini.
BACA JUGA:Ketua DPD RI Turun ke Lebong, Salurkan Bantuan Banjir dan Beasiswa PIP untuk 83 Pelajar
BACA JUGA:PJ Kades Talang Sawah Apresiasi Dinsos Kepahiang, Sigap Bantu Warga Korban Sengatan Listrik
Kepala BPS Bengkulu Selatan, M Fathan Romdhoni menyampaikan, khusus di Kabupaten Bengkulu Selatan pihaknya melibatkan sebanyak 184 personel petugas lapangan yang seluruhnya berasal dari daerah setempat.
Menurutnya, keberadaan sensus ekonomi sangat penting untuk memberikan gambaran peluang usaha baru yang dapat dikembangkan masyarakat. Selain itu, data yang diperoleh juga menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
“Sensus ekonomi ini nantinya menjadi barometer untuk melihat pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan target ekonomi ke depan,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 1 Mei 2026 melalui pendataan mandiri. Sementara pendataan langsung oleh petugas dengan metode door to door akan berlangsung mulai 16 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Fathan juga mengimbau seluruh masyarakat Bengkulu Selatan agar menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan jawaban yang benar dan lengkap demi menghasilkan data yang akurat.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan sensus ini dengan menerima petugas serta memberikan informasi yang sebenar-benarnya agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Renald)